Warga Patane V Porsea Keluhkan Jalan Bak Kubangan Kerbau

Kondisi jalan di Desa Patane V Kecamatan Porsea. 

Tobasa, Lintangnews.com |  Melihat kondisi jalan di Desa Patane Kecamatan Porsea yang mirip kubangan kerbau, sudah tidak layak lagi dikatakan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sebagai salah satu tujuan wisata kelas dunia yang nantinya menjadi Monaco of Asia yang ditetapkan pemerintah pusat sejak tahun 2016 lalu.

Akibat kondisi jalan itu, warga Patane V mengeluhkan percepatan pembangunan yang terksean lamban seakan jalan di tempat. Warga juga berharap anggota dewan, Pemkab Tobasa dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kerja nyata mewujudkan pembangunan yang berkualitas di daerah itu, sehingga tujuan wisata kelas wahid segera terwujud.

Seperti dikatakan salah seorang warga bermarga Sirait saat melintas di lokasi jalan itu. Dia mengaku, miris melihat kondisi jalan seperti itu, sehingga mempertanyakan dimana nurani dari Pemkab dan DPRD Tobasa yang sudah dipercaya masyarakat untuk membangun daerah tersebut.

“Saat melihat anak sekolah melintasi jalan itu saat musim penghujan, kebingunggan, karena begitu banyaknya genangan air layaknya kubangan kerbau. Sampai kapan kondisi Kabupaten Tobasa seperti ini, sementara jarak jalan hanya 300 meter dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), namun kondisinya parah. Bagaimana lagi kondisi jalan di pinggiran Kabupaten ini,” pungkasnya.

Camat Porsea, Robert Manurung mengatakan, hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dari desa telah disampaikan kepada Pemkab Tobasa.

“Kecamatan hanya menyampaikan usulan pembangunan dari mayarakat. Jadi bukan Kecamatan sebagai penentu pembangunan,” sebutnya, Senin (17/9/2018).

Robert menuturkan, usulan yang disampaikan ada tahapannya. Pihaknya juga tidak mengetahui usulan itu sudah masuk dalam Rencana Stategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja), kemudian masuk ke dalam anggaran yang diusulkan pada DPRD Tobasa.

“Ranah kita hanya menyampaikan usulan masyarakat yang disampaikan dalam musrenbang. Pasti telah kita sampaikan,” jelas Robert.

Dia menambahkan, untuk memastikan apakah pembangunan jalan di Patane V masuk atau tidaknya dalam daftar anggaran Dinas PUPR, pihaknya mencoba menghubungi Kepala Dinas (Kadis)Q Darlin Sagala melalui telepon seluler. Tetapi disayangkan, Darlin telah memblokir semua panggilan masuk. (asri)