Warga Sidulang Sebut TPL Pembohong, Ini Komentar Perusahaan

Aksi penutupan jalan menyebabkan truk pengangkut bahan baku TPL tak bisa melintas.

Tobasa, Lintangnews.com | Masyarakat Desa Sidulang, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) lakukan aksi tutup jalan terhadap kendaraan pengangkut bahan baku PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk. Ini akibat managemen perusahaan ingkar janji kepada masyarakat.

Salah seorang warga, H Pangaribuan menyatakan, pihak TPL adalah pembohong yang selama ini cuma janji belaka bagi masyarakat Desa Sidulang.

Sebelumnya tanggal 3 April tahun 2017 telah ditanda tangan dimaterai oleh PT TPL dengan poin-poin disaksikan oleh dari pihak Pemkab Tobasa, namun sampai sekarang tidak terealisasi.

“Jadi kami anggap TPL adalah pembohong alias pembodohan. Kami belum pernah merasakan bantuan dari TPL sampai saat ini,” sebut Pangaribuan, Senin (5/11/2018).

Semenjak berdirinya Indorayon sampai berganti menjadi TPL sampai saat ini debit air Aek Simare terus berkurang gara-gara penanaman pohon eucalyptus. Akibatnya setiap tahunnya persawahan di Desa Sidulang sampai Desa Pintubosi sudah puluhan hektar kosong yang selama ini dialiri air Aek Simare.

Seperti dikatakan Kepala Desa (Kades) Sidulang, M Pangaribuan, jika desa mereka minim merasakan perhatian atau bantuan dari TPL. Lanjutnya,  jika kondisinya terus seperti ini lebih baik TPL jangan memakai akses jalan di desa itu.

“Sebab poin-poin yang disepakati tidak terealisasi seperti, memperbaiki tali air, air minum menuju Desa Sidulang dan Sittongmarnipi, bantuan perbaiki jalan, ternak babi dan sapi yang sudah ditanda tangan di atas materai,” pungkasnya.

Salah seorang warga menuturkan, dampak akibat hadirnya TPL di Tapanuli Raya meminta masyarakat Sidulang secepatnya untuk membentuk dan mengumpulkan tim independen dari masyarakat Kecamatan Laguboti yang terkena dampaknya TPL yakni, Desa Sidulang, Sittongmarnipi Pardomuan Nauli, Pintubosi, Pardinggaran dan Lumban Binanga.

“Kiranya TPL tidak anggap remeh pada masyaraka Sidulang, apabila janji manis tidak terlealisasi kami tidak segan-segan memutus akses jalan. Jika mau lewat dari bawah tanah saja, jalan mereka adalah tanah kami. Tidak ada untungnya bagi kami buka TPL, karena mereka adalah perusak lingkungan,” sebutnya kesal.

Secara terpisah, Humas PT TPL, Agusta Sirait, Selasa (6/11/2018) menyayangkan adanya aksi penghentian truk-truk mitra pengangkut kayu eucalyptus yang terjadi selama beberapa jam pada Senin (5/11/2018) di sekitar Desa Sidulang.

Menurutnya, sampai saat ini TPL telah memberikan bantuan ternak babi sebanyak 139 ekor kepada 256 warga Sidulang, dengan sistem bergilir. Termasuk memberikan pelatihan ternak kepada masyarakat penerima bantuan.

“Selain itu, TPL juga telah membangun irigasi ke sawah masyarakat sepanjang 650 meter. Dan perlu diketahui, TPL terbuka untuk berdialog dengan masyarakat Sidulang,” sebut Agusta. (asri)