Warung BOW di Buntu Pane Mandoge Diserang Emak-Emak, Ini Kata Kapolsek

Sejumlah emak-emak saat mendatangj warung BOW di Buntu Pane.

Asahan, Lintangnews.com | Beraktifitas setiap malam hari dengan diisi sajian minuman keras (miras) dan tuak, lalu dibarengi dengan musik seperti di diskotik, warung remang-remang di persimpangan BOW, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kisaran-Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan diserang emak-emak (ibu rumah tangga).

Diduga lokasi itu menjadi tempat mesum dan mengundang keributan puluhan emak-emak warga Desa Sei Silau Timur, Kecamatan Buntu Pane yang beramai-ramai mendatangi warung itu, Minggu (30/12/2019) sekira pukul 21.00 WIB.

Ini karena merasa kesal dan resah dengan aktivitas warung remang-remang tepat di persimpangan yang biasa disebut BOW.

“Kami sering ribut pak dengan suami yang selalu keluar rumah dan mabuk di warung itu. Warung itu selain ada miras, juga menyediakan wanita penghibur sebagai pelayan dan bisa saja mereka berbuat mesum,” ungkap Citra (31) warga Buntu Pane, sembari meminta untuk menutup warung itu dan mengancam akan membawa massa lebih banyak lagi.

Sementara itu informasi dari warga yang mengerebek warung mengatakan, kalau warung itu tidak ada yang bisa menutupnya.

Beberapa wanita yang menjaga di dalam warung BOW di Buntu Pane Mandoge yang diserang emak-emak.

Kapolsek Prapat Janji, AKP Nasip Manurung yang mendapat informasi itu berama tim Polsek langsung turun ke lokasi, dan membenarkan adanya aksi kaum ibu-ibu yang mendatangi warung di BOW itu.

“Kita akan tindaklanjuti persoalan ini dan para wanita yang diduga sebagai penghibur telah diamankan di Polsek untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, pemilik warung juga kita panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolsek sembari mengatakan akan menutup aktifitas warung itu.

Kepala Desa (Kades) Sei Silau Timur, Jamaluddin yang turun ke lokasi dihadapan polisi dan 4 orang wanita penghibur dan pemilik warung menegaskan, warung itu harus ditutup.

“Emak-emak sudah resah dengan keberadaan warung yang kita duga menjadi warung remang-remang, karena ada diisi beberapa wanita. Makanya jangan kotori kampung kami dengan aktivitas yang tidak benar,” kata Jamal sambil menyerukan menutup warung pada malam itu juga. (handoko)