‘Wujudkan Generasi Millennial Cinta Lalu Lintas’ Polres Siantar Bagikan Bunga

Ketua Bhayangkari Cabang Siantar, Cathy Heri Ompusunggu menyematkan bunga kepada pengendara sepeda motor.

Siantar, Lintangnews.com | Kampanyekan Millennial Safety Road Festival Tahun 2019, Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Septian Dwi Rianto bersama Ketua Bhayangkakari Cabang Siantar, Cathy Heri Ompusunggu dan Jordiman Purba selaku Ketua 7 Promosi Kerajaan Etnis Simalungun membagikan bunga dan stiker kepada pengendara, Kamis (28/2/2019).

Kegiatan yang digelar Polres Siantar mengunsung tema ‘Mewujudkan Generasi Millennial Cinta Lalu Lintas’. Kegiatan ini dalam rangkaian dari Millennial Road Saftey Festival yang dimulai dari tanggal 25 Februari sampai 3 Maret 2019.

“Kegiatan ini turut menghadirkan dari promosi budaya 7 Kerajaan Simalungun dan ada tarian grup seni budaya dari Sihoda,” ucap AKP Septian.

Pihaknya juga ingin menampilkan tarian budaya Simalungun untuk bisa diperkenalkan kepada masyarakat Siantar atau pun para pengunjung.

Dijelaskan AKP Septian, pembagian bunga ini mengapresiasi pengendara yang menggunakan helm dan berkeselamatan lengkap. “Harapan besar kami, Siantar tertib dalam berlalu lintas,” sebutnya.

Kegiatan yang digelar Polres Siantar, Jordiman Purba selaku Ketua 7 Promosi Kerajaan Simalungun mengajak masyarakat khususnya anak muda tertib berlalu lintas dan berbudaya.

“Jadi kalau ada ungkapan, jika ingin menghancurkan suatu bangsa, maka hancurkan budayanya. Sebaliknya jika ingin membangun bangsa bangun lah budayanya. Kenapa 7 Kerajaan Simalungun dilibatkan. Saya sebagai ketua ingin menunjukkan kepada khalayak banyak Kota Siantar bahwa, budaya Simalungun itu adalah budaya kerajaan,” sebut Jordiman.

Kasat Lantas, AKP Septian Dwi Rianto menyematkan bunga pada salah seorang personil TNI.

Sementara, Cathy Heri Ompusunggu mengatakan, pengurus Bhayangkhari juga terlibat dan menempatkan diri mereka untuk menyampaikan kepada anak-anak muda millennial saat ini angka kecelakaan itu sangat tinggi.

“Kalau kita lihat dari usia, tingkat kecelakaan itu paling tinggi adalah anak muda. Karena jiwa anak muda masih atau psikologi mereka masih labil dan kalau dibilang masih kekini-kinian. Tolong kepada anak muda untuk berhati-hati ketika berkendara,” ujarnya.

Menurutnya, gaul itu bukan karena helm Standard Nasional Indonesia (SNI). Menurutnya, gaul itu bukan knalpot garing (bersuara keras).

“Gaul itu bukan karena motor kita pretelin. Tapi gaul itu bagai mana hidup sehat, gaya hidup berprestasi dan gaya hidup anak muda yang sukses kedepannya,” ucap Cathy. (irfan)