Gencarnya Pengembangan Danau Toba untuk Menarik Minat Wisatawan

2
Para penari menarikan Tortor dalam Ayo ke Toba, sebagai bagian dari promosi wisata Danau Toba di Semarang (28/9/2018)

Semarang, Lintangnews.com | Danau Toba adalah salah satu daerah prioritas pengembangan pariwisata yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Untuk itu, pariwisata Danau Toba terus berbenah dan mempercantik diri, mulai dari atraksi yang disajikan, ketersediaan akomodasi berupa homestay dan hotel, serta penerbangan menuju Bandara Silangit.

“Pengembangan pariwisata Danau Toba terus dilakukan sehingga daya tarik pariwisata meningkat. Selain itu, aksesnya juga terus bertambah,” ujar Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Masruroh, dalam acara Sales Mission Danau Toba, Sabtu (29/9/2018) di Semarang.

Dia menambahkan, dari Jakarta setiap harinya ada lima penerbangan menuju Bandara Silangit, sementara dari Malaysia ada dua maskapai yang sudah melayani penerbangan langsung ke Bandara Silangit.

Menurut Masruroh, kebanyakan wisatawan mancanegara yang menggemari pariwisata Danau Toba berasal dari Eropa, terutama Belanda. Salah satu penyebabnya, Danau Toba punya daya tarik alam dan budaya yang bernuansa petualangan yang cukup menantang.

Terkait pengembangan pariwisata Danau Toba, Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Danau Toba, Basar Simanjuntak, mengatakan bahwa pengembangan pariwisata Danau Toba juga menemui hambatan. Akan tetapi, bagi dia, hal tersebut tidak menghalangi perkembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.

“Menyatukan delapan kabupaten dan empat sub-etnik yang ada di sekitar Danau Toba memang menantang. Namun, masih bisa diupayakan,” kata Basar.

Dia melanjutkan, pariwisata Danau Toba pernah mengalami penurunan, tapi kondisi tersebut sudah membaik sekarang. “Diperkirakan, akan ada 1 juta wisatawan yang datang ke Danau Toba pada 2019. Hal ini diperkuat dengan ketersediaan atraksi, amenitas, dan akses yang memadai,” kata Basar.

Untuk akses, ada dua bandara internasional yang bisa menghubungkan wisatawan ke Danau Toba, yaitu Bandara Kualanamu dan Bandara Silangit. Selain bandara, Pelabuhan Kuala Tanjung juga terus berbenah agak makin maksimal melayani wisatawan ke Danau Toba.

Terkait akses, GM Garuda Indonesia Cabang Jawa Tengah Bobby Achmadi yang turut hadir pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa hingga saat ini 90 persen perjalanan domestik yang menggunakan jalur udara masih didominasi Bali.

“Perlu usaha bersama secara komprehensif untuk memacu minat wisatawan ke daerah lain, terkhusus Danau Toba,” kata dia.

Terkait hal itu, Ketua Asita Sumut Solahuddin Nasution prihatin pada beberapa rute penerbangan ke Silangit yang tutup. “Banyak juga rute tutup karena sendikit peminat. misalnya, Silangit-Sabang atau Silangit Singapura. Padahal perjuangannya (membuka rute itu) butuh waktu berbulan-bulan,” kata dia.

Ia berpendapat harus dipikirkan strategi lebih lanjut supaya rute-rute ke Bandara Silangit dibuka dan tetap bertahan lama.  Meski begitu, Solahuddin optimistis kesiapan industri di Danau Toba untuk menyambut lebih banyak wisatawan.

“Kami optimistis karena pariwisata Danau Toba memiliki daya tarik alam dan budaya unik sehingga dengan promosi yang baik, akan banyak wisatawan yang datang,” tutur Bobby.

sumber : liputan6.com