Ratusan Babi Kembali Bermatian di Tebingtinggi, DPRD Diminta Panggil Dinas Pertanian

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Hingga Selasa (10/12/2019) virus hog cholera atau kolera babi masih mewabah di Kota Tebingtinggi.

Bahkan, setiap saat selalu ada bangkai babi mati ditemukan, sehingga warga kalut bagaimana mencari lokasi penguburan.

Lando Rajagukguk, warga Jalan Purnawirawan Gang Musyawarah Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, didampingi sejumlah peternak diantaranya, Candra Sipahutar, Donal Gultom, S Simalango, Sigiro, D Tanjung, Pinta Sinaga, Rina Sirait dan R Rajagukguk mengaku heran atas kurang seriusnya pihak Pemko Tebingtinggi atas wabah itu.

Bahkan, mereka heran sejak datangnya tim dari Dinas Pertanian (Distan) Pemko Tebingtinggi, jika ternak babi milik mereka bertambah mati. Baik setelah disemprot dan penyuntikan.

“Untuk itu, kami minta agar DPRD Tebingtinggi memanggil Distan untuk dimintai tanggung jawab. Sebab, meski ternak mereka sehat juga tidak pernah dikunjungi pihak Distan, apalagi sedang adanya wabah penyakit ini,” sebut Candra.

Ternak babi  milik peternak yang bermatian.

Menurut Candra dan Pinta Sinaga, jika ternak babi mereka hari ini puluhan mati dan kewalahan untuk melakukan lokasi penanaman bangkai akibat ketiadaan lahan. Mereka meminta jangan ada perbedaan di Tebingtinggi kepada peternak dan janji manis.

“Kami hanya berharap ada usaha pemerintah secepatnya untuk memberikan solusi, agar ternak warga tidak mati berkelanjutan. Baik melalui obat dan biaya pengganti sebab ini adalah hal sebuah bencana,” kata Lando diamini beberapa orang tetangganya yang juga memiliki ternak babi.

Pihak Distan melalui Kepala Bidang (Kabid), Ida mengaku, vaksin belum sampai di Tebingtinggi dari Provinsi Sumatera Utara. Dia juga menghimbau agar warga jangan sembarangan membuang bangkai babi. (Purba)