Taput, Lintangnews.com | Akibat banyaknya proyek dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mencapai Rp 300 miliar lebih, memang berdampak dalam bentuk pembangunan yang belum tersentuh.
Namun dampak negatifnya juga sangat banyak. Misalnya, proyek sudah dikerjakan tanpa Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan tidak ada plang proyek dengan alasan untuk mengejar waktu, sehingga tidak lagi memikirkan aturan alias kebablasan.
Kali ini beda dengan kasus yang satu ini. Oknum Kepala Desa (Kades) Sisordak, S Purba dikabarkan menjadi aktor koordinator tunggal membagi-bagikan proyek pada setiap Kades di Kecamatan Parmonangan dengan hitungan yang bevariasi. Hal itu tergantung dari S Purba.
Hal ini dikatakan langsung beberapa Kades di Parmonangan yang tidak mau disebutkan namanya karena menyangkut privasi mereka, Kamis (12/11/2020).
Awalnya saat ditanya perkembangan proyek PEN di Parmonangan, sejumlah Kades memberikan pernyataan mengejutkan.
“Kami ini apa lah, yang menentukan Kades Sisordak. Dia semua yang membagikan ke kami. Kebetulan saya dapat 1 proyek. Namun ada juga yang tidak dapat,” sebut Kades ini sembari menunjuk Kades di sampingnya, sembari mengeluarkan senyum kecewa.
Hanya saja saat kebenaran informasi itu dikonfirmasikan pada S Purba yang disebut-sebut sebagai pembagi proyek PEN di Parmonangan, justru memberikan jawaban seperti arogan dan kebingungan.
“Saya sadar diri, boro-boro bagi proyek. Memang saya siapa dan saya orang kecil,” tukasnya sembari bersungut-sungut yang tidak dimengerti.
Ketika dijelaskan yang mengatakan itu beberapa Kades, justru S Purba balik menasehati para wartawan. “Seharusnya kalian bantu saya entah apa maksudnya,” papar S Purba.
Sementara Camat Parmonangan, Hutagalung saat dimintai tanggapanya, justru menjawab dengan santainya. “Kok bisa! Kenapa saya nggak dibagi,” sebutnya dengan kalimat bercanda.
Dia juga mempertanyakan kepentingan Kades memegang proyek. Menurutnya, masih banyak rekanan atau pemborong yang berkopenten untuk menangani proyek.
“Kades saya tidak boleh menjadi pemborong atau rekanan. Biar lah orang yang tepat mengerjakan proyek itu,” tuturnya singkat. (Gihon)


