Taput, Lintangnews.com | Berkembangnya isu tanah yang dihibahkan pada tahun 1983 untuk membangun Sekolah Dasar Negeri (SDN) Silosung, Desa Silosung, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) di media sosial (medsos) diduga akan ditarik kembali oleh keluarga ahli waris, cukup mendapat perhatian serius dari para tokot masyarakat setempat, Kamis (28/1/2021).
Tokoh masyarakat Desa Silosung bermarga Siregar dan Situmorang yang sudah puluhan tahun tinggal di sekitar lokasi sekolah itu mengetahui akan hal ikwal penghibahan tanah yang dilakukan pemilik tanah kepada Pemkab Taput untuk membangun SDN di tempat mereka.
Walaupun sudah tua usia mereka berdua, tampak bahasanya masih fasih dan ingat sekali akan terjadinya proses penghibahan tanah tersebut.
Didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Taput Kecamatan Simangumban, Wesly Sianipar dan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Silosung, Juliana Boru Pane, keduanya menyampaikan keberatan dan tidak masuk akal kalau diduga keluarga ahli waris ingin menarik kembali tanah tersebut.
“Masih jelas diingat dulu, masyarakat Desa Silosung saling bergotong royong untuk bisa membangun sekolah tersebut. Ada yang memotong pepohonan, mengangkati batu, meratakan tanah dan lain sebagainya. Kalau dibilang keluarga ahli waris mau menarik kembali tanah yang sudah dihibahkan kakek nenek mereka itu, kami sebagai tetua di kampung ini tentu tidak terima,” ucap keduanya.
Sementara Wesly Sianipar menjelaskan kepada para warga, jika keluarga ahli waris masih tetap bersikeras untuk menarik kembali tanah hibah itu, maka mau tak mau kemungkinan Disdik Taput akan mengambil jalan keluar.
“Caranya dengan membagi siswa-siswi dan guru di SDN Silosung ke sekolah yang terdekat di Desa Silosung,” terangnya.
Mendengar yang disampaikan, sontak masyarakat yang saat itu berkumpul langsung menolaknya dan tidak setuju. Menurut warga, jika sampai itu terjadi, mereka akan membuat pernyataan sikap dan siap mendampingi Pemkab Taput maupun Disdik setempat, agar hal itu tidak terjadi. (Pembela)


