Peta Data Sebaran Kasus Covid-19 di Humbahas ‘Dirahasiakan’

Peta sebaran pemantauan Covid-19 Kabupaten Humbahas per tanggal 15 Maret 2021.

Humbahas, Lintangnews.com | Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) baru-baru ini dibingungkan, karena peta data sebaran kasus Covid-19 yang biasanya dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di media sosial (medsos) Facebook tiba-tiba berhenti untuk merilis informasi terbaru.

Sementara data itu untuk mengetahui peta penyebaran Virus Corona di masing-masing Kecamatan. Selain itu, masyarakat bisa mengaksesnya di akun Facebook ‘Pemkab Humbahas’ terkait data Covid-19.

Salah seorang warga, Charles Siambaton mengaku, kehadiran peta ini sangat penting karena menggambarkan sebaran kasus Covid 19 per Kecamatan.

“Biasanya, dalam postingan itu diberi warna hijau, merah, kuning dan orange untuk menggambarkan kondisi masing-masing Kecamatan,” paparnya, Kamis (20/5/2021).

Dirinya pun bingung alasan dari Pemkab Humbahas tidak begitu jelas, kenapa peta sebaran kasus Covid-19 di daerah itu tiba-tiba berhenti dirilis sejak 15 Maret 2021 lalu.

Menurut dia, transparansi peta sebaran itu merupakan hal penting. Apalagi, bagi masyarakat yang terkena Covid-19 harus dilakukan tracing atau pendeteksian.

“Tanpa kita ketahui peta sebaran itu, maka sulit mencegah terjadinya penularan Covid-19. Jadi perlu transparansi dan perlindungan pun bisa dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo, Hotman Hutasoit, dikonfirmasi terkait peta sebaran Covid-19 yang tidak ada lagi dirilis, hingga berita ini diterbitkan belum dapat memberi jawaban.

Menanggapi hal itu, salah satu pemerhati peduli kesehatan, Firman Ramadhi Tobing mengatakan, seharusnya pemerintah lebih terbuka terkait data sebaran Covid-19 dan langkah penanganan yang dilakukan.

“Saya menilai penting data sebaran itu. Jangan ditutup-tutupi, karena resikonya bisa berbahaya,” ucap Firman.

Menurut Firman, warga Humbahas dipastikan ada yang pergi jalan-jalan keluar dari wilayah itu masuk ke zona-zona merah atau kuning.

“Entah kenapa tidak diupdate lagi, padahal data itu penting. Jika tidak, maka akan menurunkan tingkat kewaspadaan masyarakat akan virus itu,” ujarnya.

Lanjutnya, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor diminta untuk meningkatkan sosialisasi dan transparan dalam peta sebaran Covid-19 di wilayah itu. “Intinya, mari kita terapkan protokol kesehatan (prokes). Jangan lupa mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak,” pesan Firman.

Dari amatan wartawan, sebelumnya per tanggal 15 Maret 2021 pukul 16.00 WIB, Pemkab Humbahas merilis peta sebaran kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di 10 Kecamatan.

Dengan rincian, sebanyak 144 orang terkonfirmasi, kontak erat orang 13 orang, pelaku perjalanan 382 orang, discarded 757, selesai isolasi 142 orang dan meninggal dunia 1 orang. (DS)