Brigjen Sabaruddin Bangga Jadi Anak Kisaran saat Sambangi PWI Asahan di Kendari

Brigjen Pol Sabaruddin Ginting saat menerima PWI Asahan di kantor BNNP Sultra.

Asahan, Lintangnews.com | Bertuah ini lah kata-kata yang tepat bagi rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan yang mengikuti Hari Pers Nasional di 2022 di Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Kota Kendari, karena disambangi salah seorang anak Asahan berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) bernama Sabaruddin Ginting, Senin (7/2/2022).

Kehadiraan Sabaruddin mendatangi rombongan PWI Asahan bukan tanpa alasan. Namun rasa bahagianya karena sesama anak Asahan, tepatnya Kota Kisaran.

“Senang saya rasa pulang kampung hadirnya PWI Asahan, anak Kisaran kita ini,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sultra.

Sabaruddin juga mengajak untuk menyinggahi kantor BNNP Sultra, dan keakraban semakin terjalin, dimana Sang Jenderal menceritakan perjalanan hidupnya hingga sampai di jabatan saat ini

Sabaruddin merupakan salah satu putera terbaik Asahan. Lahir di Kisaran pada 55 tahun silam, tepatnya 29 November 1966 dan merupakan anak kelima dari 9 bersaudara.

Sejumlah jabatan penting di tubuh Polri pernah disandangnya. Di antaranya, sebagai Kapolrestabes Palembang dan Dirreskrimsus Polda Sumatera Selatan.

Mengawali karinya dengan memutuskan mengikuti tes masuk Akabri bagian Kepolisian, saat ini berubah nama menjadi Akademi Kepolisian (Akpol). Dengan segala keterbatasan, khususnya soal keuangan, ia nekat pergi bersama 25 orang rekan seangkatan di SMA Negeri 1 Kisaran ke Kota Medan pada tahun 1986 silam.

Menjadi polisi bukan tanpa alasan, karena putus harapan masuk ke perguruan tinggi. Dia menilai gaji orang tuanya sebagai anggota Polri pada masa itu, tak cukup mampu membiayai uang perkuliahan.

“Masuk Akabari kan enggak bayar. Kemudian, ayah saya adalah anggota Polri. Itu lah kenapa saya ikut tes Akabri,” tutur Sabaruddin.

Dia juga menceritakan, proses rangkaian tes di Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Kota Medan. Sabaruddin terpaksa tidur dan menginap di Masjid yang ada di markas Kodam karena tak mempunyai uang.

Tidak hanya itu, untuk biaya pendaftaran dan lainnya ditopang teman-temannya. “Bisa dibilang waktu itu menumpang hidup sama kawan. Dan satu lagi. Awalnya, ayah tidak saya kasih tau kalau ikut tes Akabri, ” kenangnya.

Namun nasib baik berpihak kepadanya. Berkat tekad dan kegigihannya, Sabaruddin lulus tes di Medan dan Tahap Pemantauan Akhir (Pantaukhir) Akabri  di Magelang. Dia pun resmi mulai berdinas di Korps Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 1989.

Sabaruddin mengaku, bukan lah siapa-siapa. Itu diucapkan ketika disinggung bagaimana bisa sukes dalam meniti karir sampai seperti saat ini. “Fokus,” jawabnya.

Atas berbagai prestasi yang diraih, saat ini Sabaruddin dipercaya menjabat sebagai Kepala BNNP Sultra sejak November 2020 lalu. Sebagai leading sektor, kebehasilan pemberantasan narkoba di Bumi Anoa berada di pundak jenderal bintang satu itu.

Sabaruddin juga menceritakan kehidupaan di dunia olahraga, dimana dirinya merupakan salah satu pemain bola voli di eranya. “Saya pemain voli dan olahraga itu penting untuk melatih fisik kita,” ujarnya.

Dirinya juga mengajak agar putra putri Asahan tetap yakin akan cita-cita yang mau diraih dengan tekad yang ada, sehingga  bisa membanggakan keluarga maupun kota kelahirannya.

Selain itu, Sabaruddin menceritakan kenakalan masa remaja sebagai anak Par Suderejo, juga beberapa teman-teman saat itu. Ini termasuk mengingat beberapa jumlah titik tempat bermain di Kota Kisaran di zamannya. (Heru)