Bupati Humbahas: Pertanian Bawang Merah di Hutagurgur Bisa Menjadi Contoh Petani Lain

Bupati, Humbahas, Dosmar Banjarnahor bersama petani di Desa Hutagurgur.

Humbahas, Lintangnews.com | Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor menyebutkan, daerah ini layak untuk dalam komoditi pertanian.

Dosmar menyampaikan, lahan pertanian bawang merah seluas 5 hektar di Desa Hutagurgur, Kecamatan Dolok Sanggul yang hasilnya sangat menggairahkan dapat menjadi contoh pada petani lain.

Dia berharap, Humbahas semakin daerah salah satu penyumbang bawang merah terbanyak di Provinsi Sumatera Utara. Karena, produktifitas bawang merah dapat mencapai 11 ribu per ton setiap tahunnya.

“Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, Humbahas mampu menjadi daerah penghasil bawang terbanyak di Sumut. Ini tidak terlepas  berkat kerja keras petani,”  katanya didampingi Kadis Pertanian, Junter Marbun di sela-sela berkunjung melihat hasil pertanian dari salah seorang warga Hutagurgur, Nipson Lumbangaol, Kamis (10/2/2022).

Ditambahkan Dosmar, terlebih dalam masa pandemi Covid-19, pertanian salah satu upaya untuk peningkatan ekonomi khususnya petani.

“Sekitar 2 tahun lebih pandemi Covid-19 sudah mengganggu kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Tentu Covid-19 sudah merusak sendi-sendi kehidupan tak terkecuali ekonomi. Dengan pertanian, kita harus optimis pemulihan ekonomi dapat meningkat,” ujarnya.

Dia mengatakan, sejak adanya wabah pandemi Covid-19, pemerintah pusat dan daerah telah berupaya maksimal menjaga stabilitas ekonomi, melalui pemberian bantuan bibit pertanian hingga alat mesin pertanian (alsintan), serta upaya lainnya untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

“Jadi optimisme kita sudah mulai terjawab. Sebab melalui bantuan bibit (bawang merah, kentang) produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Dosmar.

Untuk itu, Dosmar mengajak para petani agar tidak menyia-nyiakan lahan pertaniannya. Sebab, pemerintah selalu hadir, baik sekaitan bibit maupun alat mesin pertanian.

Sementara itu, Nipson Lumban Gaol mengaku, optimis bisa meningkatkan produktivitas bawang merah. Sebab daerah itu berpotensi untuk komoditas bawang merah dan tanaman hortikultura lainnya.

Nipson menambahkan, untuk merawat tanaman bawang merah, dirinya bekerja sama dengan petani yang sudah paham dengan pertanian dengan manajemen bagi hasil.

Selain tanaman bawang merah, kata Nipson, dirinya juga membuat kebun jeruk dan tumpang sari dengan tanaman hortikultura (bawang merah). Khusus tanaman bawang merah, saat ini ada seluas 2 hektar dengan benih sebanyak satu ton dengan target produktivitas sebanyak 20 ton.

“Kita optimis, karena kita bekerja sama dengan petani yang paham di bidangnya, khususnya dalam pemilihan benih, pestisida dan perawatan komoditas pertanian,” tandasnya. (Tumanggor)