Humbahas, Lintangnews.com | Keren, Pertanian Marpadot yang terletak di Desa Parsingguran, Kecamatan Pollung, dan Desa Pearung Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) binaan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pantur Banjarnahor, sukses menanam cabai.
Kesuksesannya ini dilihat dari produksi 52 ton di kedua lahan pertanian tersebut.
Hal itu disampaikan, Jenriko Banjarnahor selaku orang kepercayaan Pantur Banjarnahor kepada sejumlah wartawan, Sabtu (19/3/2022).
“Pak Pantur berupaya hidupkan lahan tidak produtif menjadi lahan produktif. Salah satunya, yang sudah kita coba ini untuk tanaman holtikultura jenis cabai,” ujar Jenriko.
Dia mengisahkan, semula kedua lahan pertanian ini adalah lahan tidak produtif menjadi lahan produktif. Sejak pandemic Covid-19 untuk mendongkrak bangkitnya perekeonomian, Pantur membuat gagasan pemikiran dengan mengkonsep dunia usaha pertanian, peternakan dan perikanan.
Dari gagasan itu, Pantur kemudian menamakan Marpadot. Ini artinya, bagian dari orang yang siap keluar dari zona nyaman yang siap dibentuk didik dan ditempah menjadi pelopor kesuksesaan melalui edukasi, pelatihan dan lainnya.
Salah satunya, dari gagasannya itu, terhadap pertanian untuk tanaman holtikultura jenis cabai. “Awalnya, itu terinspirasi dari petani yang membuka lahan pertanian di areal Food Estate,” sebut Jenriko.
Dengan keseriusannya, lanjut Jenriko, Pantur berbekal buka lahan 1,5 hektar yang dimilikinya, tepatnya Desa Parsingguran II Kecamatan Pollung.
Hasilnya, telah 23 kali panen dengan perhitungan 1,5 hektar dari 1 batang bisa menghasilkan 1-1,2 kg. Dan, jika menanam dalam 1,5 hektar sekitar 42 ribu batang. Jika dikalikan , maka hasil panen cabai 42.021 kg.
Dari bermodal itu, Pantur memperluas lahan seluas 1 hektar di Desa Pearung Kecamatan Paranginan. Hasilnya, 14 kali panen. Dengan jumlah total batang 39 ribu batang dengan produksi 10.786 kg. “Rata-rata harga keseluruhan Rp 22.000 per kg,” kata Jenriko.
Menurutnya, harga dan iklim menjadi tantangan bagi Marpadot. Kalau tidak hati-hati, maka hasilnya tidak bagus. Begitu juga ketika curah hujan tinggi, bisa menyebabkan tanaman layu kemudian mati.
“Cabai ini kan tidak ada Harga Eceran Tertinggi( HET). Jadi walaupun cabai itu banyak, petani tetap bisa untung,” paparnya.
Jenriko menambahkan, atas keberhasilan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk sejahtera, dan bertani modern.
Kedua, pengembangan Marpadot adalah pengembangan untuk menangkal pengangguran. “ Ketiga, marpadot bisa menguasai pasar domestic. Paling tidak di Humbahas bisa surplus cabai,” katanya.
Dikisahkan dia lagi, kuseksesan pertanian Pantur ini adalah terinspirasi, bertujuan untuk memotivasi bagi para petani di Humbahas.
Dengan gagasan pemikiran dengan mengkonsep dunia usaha pertanian, peternakan dan perikanan. Pantur pun menamakan usaha itu bernama Marpadot. Ini artinya, bagian dari orang yang siap keluar dari zona nyaman yang siap dibentuk didik dan ditempah menjadi pelopor kesuksesaan melalui edukasi, pelatihan dan lainnya.
Dimana dulunya konsep nama ini, dikarenakan dari pertemuan-pertemuannya, mulai keluarga, teman kerja dan para petani, serta masyarakat. Pantur pun kemudian, menambahkan kata Marpadot ini lagi menjadi Sopo Marpadot.
Sopo diartikan sebagai tempat untuk menerima tamu, juga tempat untuk mengadakan pertemuan atau berkumpul di ruang terbuka. Sedangkan Marpadot, diartikan sebagai orang yang bekerja dengan giat dan semangat (sogot tu jumpa botari mulak (ungkapan untuk pekerja keras).
“Dari terjemahan di atas, ‘Sopo Marpadot’ merupakan suatu wadah bagi orang-orang yang bekerja giat dan semangat (marpadot) untuk dapat berdiskusi, bertukar pikiran, berbagi ilmu dan bagi-bagi pengalaman dari capaian usaha yang digelututinya,” sebut Jenriko.
Dari kesuksesan gagasan ini, tambahnya, Sopo Marpadot ini nantinya akan menjadi motivasi untuk maju melalui usaha kemandirian.
“Selain itu, Sopo Marpadot adalah bagian dari orang yang siap keluar dari zona nyaman, artinya siap untuk dididik dan ditempa menjadi pelopor kesuksesan melalui edukasi, pelatihan dan keterampilan dan pendidikan lainnya,” ujarnya.
Di sisi lainnya, Marpadot ini juga mengajak masyarakat untuk tetap semangat dalam mengembangkan pertanian.
“Menggapai kesuksesan memang butuh perjuangan dan pengorbanan. Sopo Marpadot nantinya akan menjadi solusi bagi kita untuk tidak langsung menyerah,” kata Jenriko menyampaikan pesan pesan Pantur. (JS)



