Deli Serdang, Lintangnews.com | Desa Denai Lama saat ini merupakan salah satu Desa Wisata di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Ada beberapa lokasi Desa Wisata di Desa Denai Lama yang mengandalkan kulinernya seperti Pasar Kamu, Agro Wisata Pasar Tradisional Paloh Naga (PTPN) dan terakhir di Dusun I.
Selama Bulan Ramadhan, Agro Wisata dan Pasar Kamu tutup. Justru kuliner yang dicap sebagai miniaturnya Kuliner Malioboro ini ramai dikunjungi pengunjung untuk membeli kuliner atau takjil bukaan puasa.
Berbagai menu buka puasa ada seperti kue-kue, lontong, ayam bakar, siomay, sate, bakso bakar, minuman segar kekinian dan lain-lain.
Kuliner yang terletak di Dusun I Desa Denai Lama sebanyak 11 stand telah beroperasi sejak 6 bulan lalu, hanya saja jam bukanya mulai sore pukul 16.00 WIB hingga malam hari.
Sistim pembeliannya langsung memakai Rupiah, tidak seperti di Pasar kamu yang memakai tempu dan PTPN dengan kayu sebagai alat tukarnya. Jadi apabila ingin mencicipi kuliner buka puasa mampir saja ke tempat kuliner yang terletak di Dusun I.
Salah satu pedagang, Burhanuddin (42) yang berjualan bersama istrinya, Putri Wulandari (38) dan putrinya Amanda Safitri mengaku, telah berjualan di lokasi ini sejak bulan 11 lalu hingga saat ini.
“Alhamdulillah selama tiga hari puasa ini, penghasilan jual beli sekitar Rp.900.000 setiap hari. Sementara waktu buka sebelum puasa hanya sekitar Rp 600.000,” paparnya, Kamis (7/4/2022).
Menurutnya, para pedagang berharap pada siapa pun Kepala Desa (Kades) yang terpilih nanti hendaknya dapat memperhatikan lokasi kuliner itu.
“Apalagi tempat ini dapat membantu keluarga untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” tutupnya.
Sementara itu, Kades Denai Lama incumbent yang sedang cuti, Parnu membenarkan wisata kuliner di Dusun I telah beroperasi 6 bulan lalu. Dia menuturkan, awalnya kuliner ini diprakarsai beberapa warga dengan tujuan menambah penghasilan untuk rumah tangga.
“Syukur Alhamdulillah hingga Bulan Ramadhan ini tetap eksis berjualan dan mulai bertambah. Kami selaku Pemerintah Desa (Pemdes) saat itu (sebelum Ramadhan) mendukung penuh adanya wisata kuliner di Dusun I,” paparnya. (Idris)



