Dugaan Pelecehan Suku Batak, FBI dan PBB Samosir Temui Pemilik Rumah Makan

Pertemuan antara FBI dan PBB Kabupaten Samosir dengan pemilik rumah makan, Budiman.

Samosir, Lintangnews.com | Adanya dugaan pelecehan kultur suku budaya Batak yang terjadi beberapa bulan lalu menuai kemarahan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Forum Batak Intelektual (FBI) dan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Samosir, Selasa (19/4/2022).

Pasalnya, dugaan pelecehan yang dilakukan pemilik Rumah Makan (RM) Selero Bersamo, Budiman Desa Huta Bolon, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir menuai kecaman.

Monika Simbolon selaku korban tidak terima jika sukunya disepelekan selama bekerja di RM Selero Bersamo.

“Saya tidak pernah membuat perlakuan yang aneh-aneh. Semua pekerjaan saya kerjakan selaku sebagai anak buah dan tidak pernah menyinggung perasan majikan,” tukasnya.

Monika pun membicarakan hal ini kepada FBI dan PBB guna meminta pendampingan atas dugaan pelecehan itu untuk menjumpai Budiman.

“Saya merasa dilecehkan dengan adanya perilaku omongan yang tidak selayaknya diucapkan, sembari melakukan contoh gerak tubuh jika orang Batak kalau monortor (menari) begini (menggoyang goyangkan pinggulnya di hadapan Monika),” sebutnya.

Sedangkan Budiman mengaku, omongan itu hanya cadaan dan tidak sediki tpun ada niat untuk menyakiti perasan Suku Batak, khususnya di Samosir. “Ini hanya sekedar cadaan,” ujarnya kepada pengurus FBI dan PBB yang disaksikan oleh wartawan.

Akibat ulah Budiman, akhirnya Monika didampingi FBI dan PBB pada tanggal 2 Januari 2022 melaporkan peristiwa itu ke Polres Samosir, serta berharap agar pihak Kepolisian menindak lanjutinya.

Sementara itu, Lamsiang Sitompul selaku Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) mengatakan, dalam permasalahan ini pihak Kepolisian segera mengusut dan menindak secara hukum agar jangan terjadi lagi kedepannya. (Manru)