51 Karyawan PDAM Tirta Bulian Tebingtinggi Aksi Mogok Kerja

Para karyawan PDAM Tirta Bulian saat melakukan aksi mogok kerja.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Sebanyak 51 orang karyawan PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut keadilan.

Aksi mogok kerja dilakukan karena hak mereka tidak dipenuhi hampir setahun, Senin (18/7/2022) dimulai pukul 08.00 WIB di halaman kantor PDAM Tirta Bulian, Jalan Pusara Pejuang.

Koordinator Aksi, Muhammad Adha Lubis (Pengawas) dan Hadi Sucipto selaku Kasubag Produksi dan Pengolahan mengatakan, melakukan mogok kerja karena sudah hampir 1 tahun tuntutan mereka terkait hak karyawan belum disikapi Direktur PDAM Tirta Bulian maupun Pemko Tebingtinggi.

“Kami terzolimi dengan ketidakadilan, kesewenangan-wenangan dan diktator, ketidaknyamanan bekerja dan bersilaturahmi sesama karyawan. AJB atau asuransi karyawan tidak jelas, tetapi asuransi Direktur PDAM diduga sangat wah. Gaji ditambah tunjangan Direktur PDAM antara langit dan bumi terhadap karyawan, tindakan dan hukuman pilih kasih,” kata Hadi.

Spanduk yang dipasang para karyawan di depan kantor PDAM Tirta Bulian.

Untuk itu, para karyawan meminta agar dibebaskan dari penguasa zolim diktator, serta tidak dapat bekerja sama dengan Direktur. Mereka meminta agar Direktur PDAM pindah segera dari Kota Tebingtinggi.

“Direncanakan mogok kerja karyawan akan berlangsung selama 3 hari atau sampai ada solusi yang diberikan DPRD dan Pemko Tebingtinggi,” sebut Adha.

Pantauan di lapangan, para karyawan melakukan mogok kerja dengan cara hanya duduk-duduk di halaman kantor PDAM dan aktifitas pembayaran rekening air minum tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu, Direktur PDAM, Khoiruddin ketika hendak dikonfirmasi terkait aksi para karyawan belum masuk kantor, sehingga tak bisa dimintai keterangannya. (Purba)