Humbahas, Lintangnews.com | Kelompok Tani (Poktan) Ria Bersinar Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) memanfaatkan program food estate yang merupakan program strategis nasional 2020-2024 untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri.
Dari kegiatan usaha budi daya tanaman ini, pendapatan poktan itu semakin meningkat. Dimana mampu meraup omset sebesar Rp 8-9 juta per bulan.
Ini dikatakan Ketua Poktan Ria Bersinar Haposan Siregar, di sela-sela panen kentang di lokasi Food Estate belum lama ini.
Dijelaskan, pihaknya mengikuti program food estate dikarenakan menjanjikan. Pasalnya, program ini pemerintah menyediakan perusahaan yang mau kerja sama dengan pihak petani. Salah satunya, PT Parna Raya.
Dari kerja sama itu, mereka melakukan usaha budi daya tanaman, mulai menanam bawang merah, bawang putih, jagung hingga kentang. Sementara pihak perusahaan memberikan permodalan, mulai pupuk, membayar pekerja hingga pemasaran.
Haposan mengatakan, dari kerja sama itu, petani mendapatkan keuntungan berupa bagi dua dengan pihak perusahaan telah pasca panen.
“Ini jelas meningkat (penghasilan). Awalnya, penghasilan kami sebesar Rp 1 juta per bulan kotor, itu pun tergantung harga di pasaran. Saat ini saya pribadi saja sudah mengantongi penghasilan Rp 8-9 juta per bulan,” ungkapnya.
Sementara, Manajer Lapangan PT Parna Raya, Harapan Simbolon mengaku, pihaknya bekerja sama dengan petani bukan mencari keuntungan, namun membantu pemerintah dalam program menjaga ketahanan pangan.
“Kita bekerja sama dengan membantu petani, mulai dari benih, pupuk sampai upah pekerja. Anggarannya semua sebesar Rp 140 juta per hektarnya. Ada 3 poktan bekerja sama dengan pihak perusahan dan luasan lahan 11,5 hektar,” paparnya.
Dari luas 11,5 hektar itu, varietas pertanian yang dikelola yakni kubis seluas 1 hektar, jagung 5 hektar dan kentang 5,5 hektar. PT Parna Raya menjalin kerja sama dengan Poktan Ria Kerja, Ria Bersinar dan Karejo.
Sebelumnya, Haposan mengatakan, mereka panen kentang di lahan seluas 1 hektar dapat mencapai 18 ton. Kualitas dari kentang juga ternyata berukuran ekstra jumbo, sementara proses penanaman selama 100 hari.
“Hasilnya sangat bagus. Dari rendom sampling mengeluarkan 0,75 kg kentang per batang, dengan jumlah populasi 24 ribu batang kentang,” ungkapnya.
Kemudian, harga rata-rata yang diperoleh dari hasil panen kentang dengan kualitas super berkisar 11-12 ribu per kilogramnya. Sedangkan, untuk kualitas lokal sebesar Rp 6-7 ribu, dan untuk kualitas rendang Rp 3-4 ribu per kilogramnya.
“Kalau kualitas lokalnya akan diolah menjadi benih, sehingga tidak lagi membeli dari luar daerah dengan harga yang tinggi,” ujar Haposan. (JS)



