Lapas Siborongborong Ikuti Identifikasi dan Perumusan Teraan Sidik Jari

Kegiatan identifikasi di Lapas Siborongborong.

Taput, Lingtangnews.com | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) ikuti kegiatan pembinaan tata cara pengambilan, perumusan dan identifikasi daktiloskopi atau sidik jari oleh Direktorat Pidana Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Selasa (20/6/2023).

Tujuan utama dari penerapan sistem identifikasi Daktiloskopi adalah sebagai usaha bantuan dalam menyelenggarakan dan memelihara keamanan dan ketertiban, khususnya dalam peningkatan layanan data sidik jari pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Ini merupakan kegiatan pembinaan tata cara pengambilan, identifikasi, dan perumusan teraan sidik jari, serta pemutakhiran data sidik jari WBP Lapas dan Rutan di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Sumatera Utara.

Penyampaian materi disampaikan Mersinda dari Substansi Daktiloskopi Direktorat Pidana Ditjen AHU.

Dalam paparannya, Mersinda menggambarkan tujuan Daktiloskopi tersebut telah dititikberatkan untuk keperluan personal identifikasi.

Dalam pembinaan ini turut serta Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Siborongborong, Parlindungan Siregar, Kasubsi Registrasi dan petugas lainnya.

“Daktiloskopi dapat digunakan sebagai usaha-usaha pengenalan dan pencegahan. Pada umumnya, Daktiloskopi dapat digunakan sebagai usaha-usaha pengenalan dan pencegahan antara lain pengenalan korban bencana alam, pengenalan mayat tidak dikenal, identifikasi sesuatu pemilikan dokumen pribadi, pencegahan penyalahgunaan hak dan pemalsuan dan kecurangan administrasi,” tambahnya.

Selain itu Mersinda juga menjelaskan, bagaimana cara perumusan sidik jari yang lansung dipraktekkan oleh beberapa petugas.

Parlindungan Siregar mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan, mengingat bagian registrasi memiliki peran yang sentral dalam pendataan seluruh WBP.

“Kami merasa terhormat dapat menerima kegiatan pembinaan ini. Kami harapkan, dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dalam mengelola data WBP, terkhusus tentang data sidik jari,” ucapnya. (Akim)