SIMALUNGUN, Lintangnews.com, | JCH Darmawan Purba, seorang Sintua Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Sindolog Resort Sinasih Pagar Jandi menjadi korban penganiayaan ketiga oleh tiga orang pria MP, MP dan WP, Sabtu (04/07/2026) lalu. Ia dianiaya di warung milik Jariaman Purba di Jalan Dusun Saribudolog, Sinasih, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, karena mengurus surat pindah salah satu jamaah ke GKPS Sindolog.
Kepada Lintangnews, Rabu (15/07) , Darmawan menceritakan, peristiwa itu bermula saat ia hendak menemui Jariaman Purba yang merupakan Porhanger GKPS Saribudolog diwarung milik Jariaman itu untuk mengurus surat pindah salah seorang jamaat ke GKPS Sindolog.
Saat itu, ia memberikan data dan biaya mengurus surat pindah sebesar Rp 300.000. Lalu, Jariaman langsung mengirim data dan mencoba menghubungi Roniansen Purba yang merupakan sekretaris Huria GKPS Saribudolog.
Namun, telepon itu tidak diangkat oleh Ronian. Sehingga, Jariaman menjanjikan kepadanya data jamaat yang diserahkannya nanti akan dikirimkan kepada Pendeta.
Saat data sudah diserahkan, Roniansen tiba tiba menghubungi Jariaman melalui telepon. Disana Roniansen menjelaskan bahwa dana Rp 300.000 ribu kurang untuk mengurus biaya pindah Jemaat itu, melainkan sebesar Rp 1.790.000, sehingga ia pun kaget dan kompak dengan Jariaman menyatakan itu sungguh mahal.
Namun disana, ada tiga orang pria dilaporkannya itu dan menyatakan, bahwa itu adalah urusan gereja mereka dan selanjutnya langsung memukuli secara bersama sama.
Penganiayaan yang mengakibatkan bibir atas, kepala, kaki dan tangan nya mengalami luka berhasil di lerai setelah datangnya saksi Suranta Tarigan, Jasuddin Saragih san Jasondang Damanik.
Akibat hal tersebut ia melaporkan ke Polsek Silau Kahean dan selanjutnya ia dirawat inap disalah satu rumah sakit Kota Tebing Tinggi.
“Dua hari lah saya di rawat inap di Tebing, ” Ujarnya.
– Minta Pelaku Segera Ditangkap
Atas peristiwa tersebut ia mengaku merasa terancam karena pelaku penganiaya dirinya masih berada diluar.
“Bahkan meraka sering ku lihat di warung Jariman itu menatap saya dengan sinis. Bahkan ada juga malam mau menggeber geber kereta didepan rumah kami, ” Ujarnya.
Diharapkan, pihak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku dan dihukum sesuai undang undang yang berlaku.
Kapolsek Silau Kahean AKP Edi Syahputra, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut menyatakan dirinya sedang mengikuti rapat.
“Ntr ku hub balek bg, ” Tulisnya dalam pesan Whatsapp namun hingga berita ini diterbitkan AKP Edi belum juga memberikan respon lebih jauh. (*)



