Alat Berat Replanting Afd III Kebun Balimbingan Diduga Pakai BBM Bukan Industri

Alat berat berupa beko saat melaksanakan pekerjaan tumbang ciping di lahan Afdeling III PTPN IV Balimbingan di Nagori Tangga Batu.

Simalungun, Lintangnews.com | Alat berat milik PT Andalan Bintang Cemerlang dalam mengerjakan replanting atau tanaman ulang (TU) di Afdeling (Afd) III PTPN IV Balimbingan, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun diduga ‘minum’ Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan industri.

Pasalnya, BBM yang dipakaia 5 unit alat berat di lokasi seperti beko dan jonder dilangsir (diangkut) menggunakan jerigen dan diangkut mobil pick up. Jika tersandung hukum, maka seseorang bermarga Nainggolan akan tampil dalam menghadapinya.

“Pakai solar tak subsidi. Sesuai kontrak, seharusnya BBM industri. Solar yang digunakan dilansir dalam jerigen dan diangkut menggunakan mobil pick up. Jika bermasalah, pelaksana bermarga Nainggolan menghadapinya,” ucap Asisten Afd III, Suko Wahyudi, kemarin.

Dikatakan Suko ini membuat dirinya mencatata nomor kontak person Nainggolan. “Ke nomor ini saja hubungi, jika diperlukan,” imbuh Suko dan menyebutkan nomor kontak dimaksud.

Sayangnya Nainggolan yang coba dimintai konfirmasi terkait yang disampaikan Suko tidak bersedia menanggapi. Meski nada panggil telepon seluler miliknya sedang aktif.

Terkait informasi ini, Asisten Kepala (Askep) PTPN IV Balimbingan yang berkedudukan di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Tiodora Sitanggang mengatakan, tidak perlu menanggapi konfirmasi terkait BBM yang digunakan alat berat sebab sudah dijelaskan Asisten Afd III.

“Menurut asisten saya di Afd 3 bapak sdh tanyakn tentang BBM dan sudah dijelaskan. Tapi klu masalah pelaksananya Polisi atau tidak saya juga tidak bertanya tentang itu. Tks,” tulis Tiodora via pesan WhatsApp (WA) nya.

Menurut Tiodora, luas lahan tanaman baru yang sedang dikerjakan di Afd III PTPN IV Balimbingan mencapai 153 hektar. Ini dikerjakan PT Andalan Bintang Cemerlang dan sebagai Direktur, Muhammad Taufik Bakri Hasibuan.

“Klu masalah pagu sy tdk tau jd silahkan bpk bertanya ke ktr pusat,” sebut Tiodora kembali melalui tulisan WA miliknya. (Zai)