Bawa-Bawa Nama Poldasu, Perangkat Kelurahan Teladan Merasa Dijebak Sejumlah Oknum

Jamin selaku Ketua RT 02 dan Chodirun sebagai Kepala Lingkungan di Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Siantar, Lintangnews.com | Jamin selaku Ketua RT 02 dan Chodiru sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat merasa dijebak, sehingga muncul berita di media yang menyebutkan mereka menegaskan, lahan di depan Taman Hewan Pematangsiantar milik keluarga Hendry.

“Padahal saya tidak ada mengatakan seperti itu. Awalnya saya terkejut, ada yang mengaku dari Polda Sumatera Utara (Poldasu), padahal saya lagi makan saat itu,” ucap Chodirun memulai cerita saat ditemui wartawan, Minggu (22/8/2021).

Pria berusia 77 tahun ini bertanya-tanya dalam hati, persoalan apa sehingga personil dari Poldasu datang menemui dirinya.

“Lalu saya berikan alamat lengkap, karena katanya orang itu mau datang menemui,” tuturnya.

Chodirun melanjutkan, oknum itu menanyakan alamat Lilis Suryani Daulay dan meminta untuk mengantarkan ke rumahnya.

“Mereka ada 5 orang, Hendry dengan istrinya, lalu ada mengaku sebagai Pengacara dan 2 orang dari Poldasu,” terangnya sembari mengajak Jamin untuk menemaninya.

Ditambahkan Jamin, dirinya sengaja dipanggil Chodirun untuk menemani oknum yang mengaku dari Poldasu bersama Hendry ke rumah Lilis Suryani. Ia menceritakan, selaku Perangkat Kelurahan membantu warga meminta tolong merupakan tugas yang harus dijalankan.

“Lalu kita antar, hanya saja kami tidak menuju kesana (kediaman Lilis Suryani). Kami diantar langsung ke cafe di Jalan MH Sitorus, katanya mau makan. Hanya saja yang dari Poldasu itu katanya mau makan, tapi tidak tau dimana tempatnya. Nggak sama kami,” tuturnya.

Lanjut Jamin, begitu tiba di Cafe, mereka bercerita panjang lebar lalu menyinggung soal tanah sembari menunggu pihak dari Poldasu datang.

“Berjam-jam kita menunggu disitu. Lalu karena sudah terlalu lama, ditelepon orang yang menemani kami dan oknum dari Poldasu mengaku telah di jalan mau pulang ke Medan,” tuturnya.

Sambungnya, semua yang terjadi dalam pertemuan itu, termasuk hadirnya sejumlah awak media, dirinya dan Chodirun mengaku tidak tau.

Jamin mengungkapkan, ketika ada yang bertanya kepada dirinya tentang keabsahan surat, hanya menyampaikan, soal tanah siapa pemilik surat maka dia lah pemiliknya.

“Nggak ada yang lain, selain itu. Lalu karena yang ditunggu sudah dijalan mau ke Medan, makanya kami pulang diantar Hendry,” ucap pria berusia 69 tahun ini dengan tetap memakai maskernya.

Ia mengaku, kecewa hadir di pertemuan itu, sudah menunggu berjam-jam, namun yang mengajak bertemu tidak hadir. “Kita merasa dimanfaatkan. Sewaktu Hendry menunjukkan surat tanah, kita tidak ada memeriksa asli atau tidak,” tuturnya.

Lanjutnya, merasa terkejut pagi hari membaca berita di salah satu media jika dirinya mengatakan, pemilik tanah yang terletak di Jalan Gunung Simanuk-manuk itu merupakan keluarga Hendry.

“Itu kan sudah rekayasa, saya ini sudah tua, jangan lah difitnah seperti itu. Padahal saya tidak ada mengatakan, tanah itu milik keluarga Hendry. Saya hanya mengatakan, siapa pemilik surat maka itu lah pemilik tanah,” sebutnya.

Jamin pun merasa difitnah dan dimanfaatkan dalam pertemuan itu, sehingga memunculkan pernyataan yang keliru.

“Kami merasa dijebak, padahal jika bercerita lahan, tanah itu dikuasai dan dikelola secara temurun oleh keluarga Lilis Suryani,” ucap Jamin.

Ditambahkan, dirinya dan Chodirun hadir di cafe itu karena awalnya diminta untuk mengantarkan ke rumah Lilis Suryani.

“Sehingga jika bercerita soal lokasi tanah itu, saya tidak memiliki kewenangan karena bukan wilayah RT yang saya pimpin,” jelasnya.

Ia menyampaikan, akibat berita yang terbit, dirinya dan Chodirun merasa tidak nyaman, serta mengakui mengenal keluarga Lilis Suryani sejak lama dan mengetahui lahan itu merupakan lahan yang dikelola sejak turun temurun.

“Tolong lah dibuat beritanya bagus-bagus, kita menjadi tidak nyaman karena itu. Kita sudah tua dan jangan lah difitnah seperti itu,” tutup Jamin. (Elisbet)