Bawaslu Humbahas masih Temukan Data Pemilih TMS di DPT

Kantor Bawaslu Humbahas.

Humbahas, Lintangnews.com | Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melakukan pengawasan terhadap pencermatan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah disahkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Ternyata Bawaslu masih menemukan data pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 106 orang.

Hal itu disampaikan Kordiv Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Bawasu, Jahormat Lumbantoruan kepada wartawan, Selasa (24/11/2020).

Jahormat mengatakan, pasca penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh KPUD sebanyak 128.683 pemilih yang tersebar di 385 Tempat Pemungutan Suara (TPS), 154 Desa/Kelurahan dan 10 Kecamatan.

Disebutkan, pihaknya menemukan pemilih TMS yakni data yang sudah meninggal dunia sebanyak 106 orang di DPT.

Dia mengatakan, angka itu merupakan hasil pengawasan Bawaslu terhadap pencocokan dan penelitian (coklit) di 10 Kecamatan.

“Pasca penetepan DPT hasil pencermatan yang TMS ada 106 orang sampai saat ini,” ungkap Jahormat.

Selain potensi TMS, pihaknya juga tidak tertutup kemungkinan menemukan pemilih yang Memenuhi Syarat (MS) namun belum masuk DPT.

Jahormat menambahkan, dari pencoklitan itu pihaknya tetap akan melakukan pencermatan sebelum hari penghitungan suara. Karena, masih banyak ada ditemukan data pemilih yang harus diselaraskan dan dibenahi di jajaran KPUD sebagai penyelenggara Pilkada.

“Jadi nantinya temuan ini kita akan koordinasikan ke KPUD. Jika dimungkinkan dilakukan pencoretan bila tidak rekom kita ke KPUD, supaya undangan C pemberitahuan pemilih tidak disalurkan atau diberikan,” katanya.

Hal senada itu disampaikan, Ketua Bawaslu, Henri Wesley Pasaribu secara terpisah.

“Ya benar, sebanyak 106 orang TMS dan kemungkinan bisa naik,” ungkapnya melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Hendry menegaskan, pihaknya terus melakukan observasi dan validasi data di lapangan semua tingkatan terkait data pemilih, sebelum KPUD Humbahas melakukan tahapan pendistribusian C6.

“Pasca penetapan DPT oleh KPUD, tidak tertutup kemungkinan TMS lebih sedikit dibanding warga yang belum terdaftar atau sebaliknya,” katanya.

Nantinya temuan ini, lanjut Hendry, pihaknya akan menyampaikan ke KPUD Humbahas untuk dilakukan pencoretan atau perbaikan mulai tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPUD.

“Keseluruhan TMS itu dilakukan pencoretan atau perbaikan mulai tingkat PPS, PPK dan KPUD,” ujarnya.

Sebelumnya, Bawaslu Humbahas menemukan belasan ribuan data pemilih TMS.

Temuan itu, hasil dalam proses pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih, mulai DP4 hingga DPS dan DPSHP.

Di antaranya meninggal dunia sebanyak 5.840 orang, pindah 3.326 orang, ganda 27 orang dan TNI-Polri 72 orang. Kemudian menemukan data ganda sebanyak 67 orang dan pemilih baru 1 orang. (DS)