Bentuk Kepedulian, PDI-P Siantar Bantu Pengurus Anak Ranting Tertimpa Musibah

Ketua DPC PDI-Perjuangan Siantar, Timbul Lingga bersama sejumlah pengurus dan Fraksi PDI-Perjuangan DPR Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Keluarga besar DPC PDI-Perjuangan Kota Siantar terlihat konsisten sebagai partai yang mengusung azas gotong royong.

Bagaimana tidak, partai yang memiliki kursi terbanyak di DPRD Siantar ini bergerak cepat begitu mendapat kabar ada pengurus tertimpa musibah untuk membantunya, Sabtu (24/7/2021).

Keluarga besar PDI-Perjuangan turun ke lokasi di Jalan Seram, Gang Pulau Pandan, Kecamatan Siantar Barat.

Kedatangan para pengurus untuk menunjukkan rasa kepedulian sebagai bentuk persaudaraan terhadap Supartini, pengurus anak ranting PDI-Perjuangan. Sementara raut wajah Supartini menunjukkan terharu dibalut rasa bahagia.

Pada penyerahan bantuan, Ketua PDI-Perjuangan Siantar, Timbul M Lingga didampingi sejumlah anggota DPRD Fraksi PDI-Perjuangan seperti Immanuel Lingga, Denny TH Siahaan, Astronout Nainggolan, Arif Dermawan Hutabarat, Suandi Sinaga, Baren Alijoyo Purba dan Fery Sinamo.

Kepada pengurus yang tertimpa musibah, Timbul meminta agar keluarga tetap sabar dalam menghadapinya. Ketua DPRD Siantar ini mengatakan, kedatangan mereka sebagai implementasi dari partai yang mengusung gotong royong.

“PDI-Perjuangan merupakan partai yang mengusung gotong royong. Jadi begitu mendapat informasi ada pengurus tertimpa musibah, kita keluarga besar PDI-Perjuangan Siantar hingga Fraksi PDI-Perjuangan langsung tergerak hati untuk membantu,” terang Timbul.

Ia mengharapkan, Supartini dalam menerima bantuan tidak melihat dari nominalnya. “Tolong jangan dilihat dari nominalnya. Harapan kami kiranya bantuan ini bisa meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Ditambahkan Suandi Sinaga selaku Ketua Fraksi PDI-Perjuangan mengharapkan agar kedepan tetap selalu waspada karena musibah tidak akan tahu kapan terjadi. 

“Ini lah kita sebagai pengurus PDI-Perjuangan yang harus saling peduli dan merasa sepenanggungan,” tuturnya mengakhiri.

Seperti diketahui, awal bulan Juli 2021, Supartini mengalami musibah. Rumah yang mereka tinggali rata dengan tanah usai diterjang angin puting beliung. (Elisbet)