Deli Serdang, Lintangnews.com | Isra Miraj merupakan peristiwa penting dan monumental bagi umat Islam sebagai pelajaran untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Isra Miraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW adalah momen penting untuk menguatkan, mendorong dan memotivasi spiritualitas kita. Dimana senantiasa bersikap dan berperilaku sebagaimana tuntunan yang diajarkan agama, sekaligus mengembangkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta,” ujar Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan.
Ini dikatakan dalam pidatonya pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah/2023 Masehi Pemkab Deli Serdang di Lapangan Sepakbola SMA Negeri 1 Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kamis (2/3/2023).
Pada acara yang diawali dengan zikir dan doa bersamadipimpin Ustadz Khaidir Lubis, Bupati menambahkan, peringatan Isra Miraj yang diselenggarakan Pemkab Deli Serdang bersama masyarakat setiap tahun merupakan wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Hal ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Deli Serdang, yakni religius dan rukun dalam kebhinekaan. Juga merupakan cerminan, serta bukti Deli Serdang adalah Kabupaten yang religius,” paparnya.
Kata Bupati, peringatan Isra Miraj juga mengingatkan tentang banyaknya keteladanan Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan inspirasi untuk bersatu dalam kekuatan dan kebersamaan membangun Deli Serdang.
Panitia Peringatan Isra Miraj, Syahrul dalam laporannya menjelaskan, tujuan penyelenggaraan kegiatan itu untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri dan spiritualitas masyarakat Deli Serdang untuk mengenang peristiwa Nabi Muhammad SAW yang diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat lima waktu.
Acara dirangkai dengan pemberian tali asih kepada 75 orang mustahiq (orang yang berhak menerima zakat), yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi masyarakat Deli Serdang, guna mewujudkan manusia yang bertakwa, melaksanakan salat, tawadhu’, disiplin, sabar dan jujur, serta berakhlakul karimah.
Ini termasuk menciptakan masyarakat yang paripurna, untuk percepatan peningkatan pengamalan keberagamaan menuju Deli Serdang yang maju dan sejahtera. Dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan.
Hadir di acara itu, Ustadz Muhammad Yasir Tanjung, Sekretaris Daerah (Sekda), Timur Tumanggor, anggota DPRD, Wastiana Harahap dan Said Hadi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Deli Serdang, Kyai Amir Panatagama, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Surya Putra, Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Haris Harahap, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Waluyo, para Asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Deli Serdang. (Idris)



