Bupati Simalungun Hadiri Pra Musrenbang Penyusunan RKPD Sumut Tahun 2023

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga berbincang-bincang dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Simalungun, Lintangnews.com | Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama kepala daerah di dataran tinggi menghadiri kegiatan pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara zona dataran tinggi tahun 2023, di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (16/3/2022)

Gubernur Sumatera Utara, Edy Raahmayadi dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada semua pimpinan zona dataran tinggi. “Saya s bersyukur bisa bertemu dengan semua pimpinan daerah zona dataran tinggi. Kita itu hadir untuk mensejahterakan rakyat,” kata Gubsu.

Edy juga mengajak Bupati dan Wali Kota untuk bersama-sama mensejahterakan masyarakat. “Mari kita bicarakan uang rakyat dan tugas mensejahterakan rakyat dengan mempedomani peraturan yang telah ditetapkan. Kedepan diharapkan tidak lagi Bupati dan Wali Kota yang terlibat dengan hukum,” sebutnya.

Gubsu juga meminta untuk menghentikan persoalan beda agama dan suku. “Ini semua untuk rakyat Sumut, hentikan persolan beda agama beda suku,” pintanya.

Selanjutnya Edy menyampaikan, Sumut merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia, dan memiliki jalan terpanjang lebih kurang 3.556 Km. Gubsu juga menyampaikan untuk, perbaikan Jalan Provinsi di Simalungun telah dianggarkan sebesar Rp 208 miliar sepanjang 37,60 Km dan pembuatan drainase Rp 2,640 miliar.

Bupati Simalungun dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada Gubsu dan Wakil Gubsu yang telah menunjuk daerah itu sebagai tuan rumah kegiatan pra musrembang penyusunan RKPD zona dataran tinggi di Sumut.

Radiapoh memaparkan topografi Simalungun. Disampaikan, Simalungun memiliki wilayah 4.372,50 Km, terdiri dari 32 Kecamatan, 386 Desa/Nagori dan 27 Kelurahan, dengan jumlah penduduk 1.003.727 jiwa.

Potensi perekonomian Simalungun, menurut Bupati, sebagai besar terletak pada pertanian, dan pada tahun 2021 menghasilkan produksi padi sebanyak 386.858 ton. Selain tanaman padi, Simalungun juga penghasil jeruk.

Selain itu, Radiapoh mengatakan, di Simalungun juga memiliki potensi sumber daya alam lainnya seperti objek wisata Danau Toba yang merupakan salah satu ikon pariwisata dan beberapa lokasi wisata lainnya di 18 titik.

“Simalungun juga memiliki wisata budaya di 89 lokasi, wisata alam 76 lokasi, wisata agro 3 lokasi, wisata rekreasi  8 lokasi dan ground camping 2 lokasi,” jelas Bupati.

Dalam rangka mengatasi kerusakan Jalan Provinsi maupun Jalan Kabupaten, Bupati mengatakan, telah melaksanakan program gerakan marharoan bolon membangun Simalungun. Melalui program itut, Simalungun mendapat apresiasi rekor Musem Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan pencapaian perbaikannya melalui swadaya masyarakat untuk sekedar layak jalan.

“Kita sudah berupaya dengan marharoan bolon memperbaiki kondisi jalan-jalan protokol untuk mendistribusikan produksi pertanian di wilayah Simalungun. Kita berharap, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dapat membantu Pemkab Simalungun,” ujar Radiapoh. (Rel/Zai)