Cerita WTS Lokalisasi Bukit Maraja di Tengah Pandemi Covid-19

Penyerahan bantuan sembako dan kursi roda kepada jemaat GKKI Bukit Sion di Lokalisasi Bukit Maraja Kabupaten Simalungun.

Simalungun, Lintangnews.com | Huria Kristen Indonesia (HKI) berbagi kasih dengan penyerahan bantuan sembako dan kursi roda kepada puluhan Wanita Tuna Susila (WTS) dan janda di Lokalisasi Bukit Maraja, Huta III Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Jumat (7/8/2020).

Pucuk Pimpinan HKI diwakili Sekjen, Pdt Batara Sihombing mengatakan, bersyukur dapat bertemu dan berbagi kasih dengan saudara-saudara jemaat Gereja Kristen Kudus Indonesia (GKKI) di Lokalisasi Bukit Maraja, Kabupaten Simalungun.

“Kami membagikan sembako. Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban kita melalui masa pendemi Covid-19 (Virus Corona) ini. Kali ini juga ada bantuan sebuah kursi roda, pengganti kursi roda yang sudah rusak dari seorang ibu yang sudah 28 tahun lumpuh. Semoga menjadi berkat,” ungkapnya Pdt Batara.

Dia juga menjelaskan, HKI tak habis-habisnya bersyukur untuk tangan-tangan yang sudah memberi melalui Posko HKI Peduli Covid-19. “HKI hanyalah saluran berkat Tuhan. Terpujilah Tuhan,” ujarnya singkat sembari memberikan bantuan sembako dan kursi roda.

Pelayan GKKI Bukit Sion, Pdt Mariulin Ginting mengatakan, bersyukur atas perhatian dan dukungan Kantor Pusat HKI terkhusus buat bantuan sembako dan kursi roda kepada jemaat GKII Bukit Sion.

“Terpujilah Tuhan. Biarlah yang akan membalaskan semua kebaikan bapak ibu dan HKI semakin diberkati,” ungkapnya.

Menurut Mariulin, jemaat GKKI Sion yang pada umumnya WTS dan para lansia. Kondisi Covid-19 sangat berdampak. “Kami berjuang bertahan hidup di tengah situasi wabah Virus Corona,” jelasnya.

Hal paling ironis yang dialami jemaat menurut Mariulin, saat dia sering didatangi jemaat yang mengeluhkan mereka dan anak-anak yang lapar. Para WTS mengeluhkan minimnya, bahkan tidak adanya tamu yang datang dan jelas membuat hilangnya mata pencaharian mereka.

Kebanyakan para WTS juga tidak memiliki dokumen-dokumen resmi yang dibutuhkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Mereka akhirnya terpaksa berutang pada rentenir untuk membeli makanan.

“Ini situasi sulit bagi kami di daerah lokalisasi. Kita yakin tidak kurang panjang tangan Tuhan akan menolong semua umatnya” kata Mariulin.

Salah seorang WTS menyebutkan, mayoritas mereka mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi Virus Corona.

“Setiap pelanggan yang datang bisa saja terjangkit virus dan saya selalu merasa takut. Saya takut jika saya menulari anak-anak saya,” kata ibu paruh baya yang tinggal di lokalisasi Bukit Maraja tersebut.

Wanita paruh baya itu juga mengungkapkan, harus membayar sewa, air, listrik dan pengeluaran lainnya. Juga masih harus merawat dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

“Saya memang berpikir untuk berhenti bekerja untuk beberapa waktu jika kondisinya tidak kunjung membaik. Namun, untuk saat ini tidak punya rencana cadangan. Saya hanya bisa berharap bahwa pandemi ini secepatnya berakhir,” ungkapnya.

Hadir pada kesempatan itu, Inang Ephorus Ny Hutabarat br Sianipar, Inang Sekjen Ny Sihombing br Sumbayak, Pdt Ramayanti Simorangkir, Pdt Norma Simanungkalit dan Diak Risma Sihombing. (Elisbet).