Diduga Proyek Rehab Drainase di Kelurahan Asuhan Memakai Batu Bekas

Pengerjaan proyek drainase di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur.

Siantar, Lintangnews.com | Mekanisme pelaksanaan pengerjaan proyek rehab drainase dengan pagu anggaran sebesar Rp 100 juta di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, diduga dikerjakan asal jadi.

Bahkan untuk pasangan baru diduga memakai batu bekas dari saluran drainase yang lama.

Hal itu dikatakan salah seorang warga sekitar, yang namanya tidak mau disebutkan, sembari menunjukkan foto pengerjaan yang dijepret pada Minggu (1/11/2020).

Dia menilai, ada yang aneh karena batu untuk pasangan pondasi diduga memakai batu bekas. Selain itu, dari segi campuran semennya sepertinya perlu untuk diperiksa pihak-pihak terkait, sehingga diragukan kualitas pengerjaan.

“Diduga campuran semennya tidak sesuai ukuran. Karena setiap saya perhatikan para pekerja bagian yang mengaduk semen, diduga mencampur hanya 1 sak semen ke 5 unit beko berisi pasir,” terang ayah 4 anak ini.

Salah seorang pekerja mengaduk campuran semen.

Dirinya pun langsung mendengar dari salah seorang pekerja di lokasi mempertanyakan kenapa bisa 1 sak semen dicampur ke 5 beko pasir pada salah seorang pengawas yang ketepatan ikut bekerja membantu para pekerja lainnya.

“Pengawas nya hanya memberikan senyuman untuk membalas jawaban atas pertanyaan dari pekerja,” paparnya.

Dianya juga meminta agar proyek drainase itu dikerjakan rekanan atau pemborong dari Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Asuhan. Pasalnya diduga terlalu banyak keuntungan diambil oknum-oknum tertentu.

“Kami meminta selaku masyarakat agar kiranya kalau boleh gak usah dong pemborong Pokmas mengerjakan. Utamakan dulu kualitas pekerjaan,” jelasnya. (Pembela)