Dirut RSUD Tuan Rondahaim Bolos Kerja, Kasubbag Program Berupaya ‘Kabur’ 

Simalungun, Lintangnews.com | Direktur Utama (Dirut) RSUD Tuan Rondahaim Kabupaten Simalungun, Debora Haloho terungkap bolos kerja.

Kasubbag Program RSUD Tuan Rondahaim, Pernando Tamba justru sempat kabur usai mengetahui akan dikonfirmasi terkait menggunakan dana sebesar Rp 10 miliar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Lalu, setelah dikejar, pengganti Freddy Saragih itu akhirnya berhasil ditemui dan dikonfirmasi di tengah jalan menuju komplek RSUD Tuan Rondahaim, Senin (22/3/2021) sekira pukul 12.30 WIB.

Menurut Pernando, dirinya tidak mengetahui karena baru menjabat Kasubbag Program. “Gak tau soal itu. Baru bulan Januari tahun 2021 ini saya di situ,” katanya dari atas sepeda motor Honda Mega Pro warna merah yang dinaikinya saat akan pergi.

Pernando menyebutkan, kegiatan itu sudah lama dan belum dirinya menjabat sebagai Kasubbag Program. “Kegiatan lama itu. Belum masa saya,” ucapnya.

Sebelumnya, salah seorang petugas yang duduk dekat pintu masuk kantor RSUD Tuan Rondahaim, Putri Guru Singa berbohong dengan cara menyebutkan, Pernando tidak ada di ruangan. “Tidak ada,” ucapnya.

Padahal, menjawab pertanyaan wartawan apakah Kasubbag Program ada?, ternyata Pernando duduk tepat di depannya. “Iya, ruangannya di sana,” kata perempuan bertubuh tambun tersebut.

Sementara, Bendahara Pemasukan RSUD Rondahaim, Dewi Sembiring ketika coba ditemui di ruang kerjanya untuk konfirmasi, Senin (23/3/2021) sekira pukul 13.00 WIB tidak bersedia dan takut.

“Lagi sibuk ibu itu. Ini pun mau pergi ibu itu. Tinggal mau menunggu mobil ambulance mau ke Bank BNI,” kata seorang petugas yang ditemui tepat di depan pintu masuk ruang kerja Dewi.

Saat ditanya, apakah bendahara pemasukan tidak bersedia dikonfirmasi terkait dana Rp 10 miliar dari Kemenkes yang merupakan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)?, perempuan yang mengaku boru Barus itu justru memberikan jawaban mengelak. “Lain kali saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Kasubbag Tata Usaha RSUD Rondahaim, Tony Pelman Purba ditemui di ruang kerjanya mengatakan, Debora Haloho tidak ada di tempat. “Belum masuk,” katanya.

Disinggung soal dana sebesar Rp 10 miliar dari Kemenkes yang dikelola RSUD Tuan Rondahaim, mantan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun itu mengaku tidak tau.

“Soal itu tidak tau. Karena, di sini juga sudah saya bilang supaya tidak dilibatkan soal keuangan. Karena, saya mau pensiun,” terang Pelman sembari menjelaskan, akan purna bakti pada bulan Juni mendatang.

Terpisah, salah seorang sumber mengungkapkan, para petugas di RSUD Tuan Rondahaim khususnya oknum yang terlibat dalam mengelola dana Rp 10 miliar wajar takut dan menghindar.

“Karena A1 (data akurat) itu jasmed (jasa medis) pasien Covid-19 belum direalisasikan. Padahal, jasmed itu keringat orang dan ada dana klaim BPJS dari Kemenkes Rp 10 miliar,” kata sumber.

Disebut, dari dana Rp 10 miliar yang merupakan klaim BPJS untuk jasmed pasien Covid-19 sebesar Rp 4,5 miliar dan Rp 5,5 miliar untuk operasional.

“Dari 3 RSUD milik Pemkab Simalungun, hanya RSUD Tuan Rondahaim yang belum merealisasikan jasmed pasien Covid-19. Lalu, dikemanakan yang Rp 4,5 miliar itu? Kalau RSUD Perdagangan dan RSUD Parapat sudah dicairkan jasmednya,” papar tenaga medis tersebut. (Zai)