Tebingtinggi, Lintangnews.com | Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdialog mencari satu kesepakatan dalam menggali budaya sejarah berdirinya kota itu.
Meskipun secara dokumen negara dimulai sejak zaman Belanda pada 1 Juli 1917 yang setiap tahun diperingati.
Namun melalui dialog budaya ini akan ada kesepakatan mendekati kebenaran baik secara tekstual dan kontekstual secara musyawarah kekeluargaan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Muhammad Dimyati saat memberi sambutan di acara dialog budaya mencari titik titik kesepakatan fakta sejarah Kota Tebingtinggi bertempat di Aula Lab Terpadu, Jalan Gunung Leuser, Kamis (26/12/2019).

Dialog itu menampilkan 3 orang nara sumber menjadi pembicara utama yakni Edi Sumarno dari Universitas Sumatera Utara (USU), Abdul Khalik (Sejarawan Kota) dan Khairil Anwar (Kepala Perpustakaan).
Hadir juga dalam dialog itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Pardamean Siregar, Kepala Bidang (Kabid Budaya) Kartini, Pemangku Adat Kerajaan Padang, Tokoh Masyarakat, pelajar dan mahasiswa serta para insan pers.
Pardamean Siregar mengatakan, apa yang telah disampaikan para pembicara dan tokoh termasuk masukan dialog interaktif tentang Hari Jadi Tebingtinggi mendekati kebenaran terkait sejarah berdirinya Tebingtinggi. (Aguswan)


