Disebut Dibidik APH Pusat, Eksploitasi Kayu Alam dari Sitahoan Drastis Menurun

Satu unit truk Colt Diesel bermuatan potongan tungkul kayu alam dipotong menggunakan chainsaw.

Simalungun, Lintangnews.com | Eksploitasi yang berarti politik pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap kayu alam dari Sitahoan, persis di dekat hutan di Nagori Sipangan Bolon Induk dan Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun drastis menurun.

Terkait menurun drastisnya eksploitasi kayu alam hanya untuk kepentingan ekonomi semata-mata tanpa mempertimbangkan rasa kepatutan, keadilan serta kopensasi kesejahteraan disampaikan sejumlah warga di Simpang Palang, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Dikatakan, para pengusaha kayu alam dari Sitahoan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon maupun dari Nagori Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan merata kebal hukum. Bahkan para pengusaha sering membawa oknum Aparat Penegak Hukum (APH) mengawalnya.

“Sebelum pensiun Kapolsek Tiga Dolok, marga Pinem pernah menahan 2 unit truk bermuatan kayu alam persis di simpang itu. Entah kenapa setelah menerima telepon, kedua unit truk itu dilepas,” ucap warga, Sabtu (16/11/2019).

Menurutnya, permainan para pengusaha kayu alam di kedua wilayah Kecamatan itu bukan kelas kaleng kaleng, namun sudah papan atas. Sehingga kebal hukum dan tidak pernah ditangkap. Meski kayu alam sudah tidak ada lagi di Sitahoan, tetapi kayu alam keluar dari sana.

“Kalau permainan mereka mana lah bisa kita ikuti. Karena para pengusaha kayu alam bermain papan atas. Sementara di lahan Sitahoan sudah tidak ada lagi kayu alam, melainkan tanaman kopi, jagung dan tanaman palawija lainnya,” ungkap sumber inisial B.

Dikatakan, kayu alam itu ditarik pengusaha dari dalam kawasan hutan berdekatan lahan Sitahoan menggunakan kabel tembaga dan selanjutnya ditarik menggunakan mesin (sling). Selanjutnya dimuat ke dalam bak truk Colt Diesel ditutup tenda.

“Namun dalam sepekan terakhir ini sudah sepi, sepertinya mereka kurangi. Karena merebak kabar ada APH dari pusat tengah membidik. Kalau tidak, 8-10 unit truk keluar dari dalam diangkut ke arah Siantar. Malam hari sekira pukul 20.00-21.00 WIB,” tukas B

Ditelusuri apa yang disampaikan, terpantau 1 unit truk Colt Diesel di pinggiran Ring Road jurusan Simpang Palang menuju Sipangan Bolon, tepatnya di sekitaran Sitahoan tengah dimuat potongan tungkul kayu yang dipotong menggunakan chainsaw. (Zai)