Disetting Disekap dan Dirampok, Berkas Warga Tanah Jawa Dikirim ke JPU

Kapolsek Bangun, AKP B Manurung dan personil saat menyita barang bukti berupa uang tunai yang disembunyikan tersangka di sebuah gang rumah milik warga.

Simalungun, Lintangnews.com | Polsek Bangun Kesatuan Resor Simalungun akhirnya mengirimkan berkas warga Simpang Tangsi, Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, Sugianto alias Jarot (49) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pasalnya, aksi penyekapan dan perampokan yang dilakukan Jarot terungkap direkayasa alias disetting, demi menggelapkan uang hasil kutipan dari pelanggan perusahaan tempat dirinya bekerja.

“Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang kita lakukan, ada ditemukan kejanggalan-kejanggalan,” kata Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu melalui Kapolsek, AKP B Manurung, Jumat (25/10/2019).

Kemudian dilakukan penyelidikan lebih mendalam, dan terungkap Sugiarto yang semula mengaku sebagai korban, ternyata dalang dari semua kasus atas laporan dugaan perampokan.

“Didapati fakta bahwa tersangka (Sugianto) melakukan pengaduan palsu untuk mendapatkan keuntungan berupa uang tunai sebesar Rp 47 juta. Pelapornya, PT Indorasa Prima Sukses Gemilang,” terang Kapolsek.

Ditambahkan pihak Humas Polres Simalungun, pelaku diamankan berdasarkan Laporan Polisi No Pol LP/42/ X/2019/sek-bangun tanggal 25 Oktober 2019. TKP nya di kantor Polsek Bangun di Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Adap un saksi-saksi atas rekayasa tersangka yakni, Indra Tobing (36) warga Jalan Flores Kota Siantar dan Erwin Tarigan (36) warga Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Sementara tersangka, Sugianto, karyawan swasta, warga Huta Hataran Jawa I Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Barang bukti berupa,1 utas lakban plastik warna coklat panjang sekira 2 meter, 1 utas lakban plastik coklat panjang sekira 20 cm, 1 buah tas ransel merk Polo warna abu-abu, 1 gulung lakban warna coklat, 1 unit sepeda motor Honda Spacy warna biru nomor polisi (nopol) BK 6642 TAN dan 1 helai kemeja warna putih biru bertuliskan Indorasa Prima Abadi dalam keadaan lengan sebelah kanan koyak.

Selanjutnya, 3 lembar bon tagihan, uang sebesar Rp 38 juta, 1 lembar bon tagihan dari Indorasa Prima Abadi. 1 buah helm full face warna hitam dan 1 unit sepeda motor RX King warna hitam merah nopol BK 4339 FY.

Sebelumnya, Kamis (24/10/2019) sekira pukul 20.00 WIB, Kanit Reskrim Polsek Bangun, Iptu Bobi W mendapat telepon dari saksi, Ariono, jika ada seorang laki-laki yang diduga korban perampokan.

Korban dalam keadaan telah terikat kedua tangannya di pohon mangga dan mulut dilakban di Jalan Asahan Km 8 Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tepatnya di samping Cafe One More.

Selanjutnya Kapolsek bersama Kanit Reskrim dan 4 orang anggota langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Sesampainya di TKP, ditemukan seorang laki-laki dimaksud sesuai informasi yang diterima petugas. (rel/zai)