Dituntut 18 Tahun Penjara, Ini Tindakan 2 Terdakwa Narkoba di PN Tebingtinggi

Kedua terdakwa usai mengikuti persidangan di PN Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Usai mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juni Telambanua selama 18  tahun penjara dan masing-masing denda Rp 1 miliar, 2 orang terdakwa kasus narkoba langsung salah tingkah, Kamis (3/10/2019).

Terdakwa Ahmad Sahril Tanjung alias Uban ( 38 ) warga Jalan Pulau Samosir Lingkungan II usai meninggalkan ruangan persidangan langsung membuang surat tuntutan jaksa ke dalam tong sampah. Sedangkan terdakwa Rusli alias Anto geleng- geleng kepala dengan kawalan petugas polisi.

Dikatakan dalam tuntutan jaksa, jika terdakwa Uban ditangkap terkait kasus narkoba, Kamis (28/3/2019) sekira pukul 21.00 WIB bertempat di Gang Rukun Lingkungan II, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, tepatnya di belakang Sekolah Dasar (SD) Inpres.

Awalnya, Kamis (28/3/2019) sekira pukul 16.00 WIB, Obon menjumpai Uban di rumahnya untuk membeli sabu sebanyak 1 paket seharga Rp 100.000. Obon  kemudian pergi meninggalkan terdakwa.

Selanjutnya di hari yang sama, sekira pukul 19.00 WIB, Obon menelepon terdakwa dan kembali memesan sabu sebanyak 2 paket seharga Rp 150.000. Saat itu terdakwa langsung menjumpai Obon  di depan rumahnya untuk mengambil uang tersebut.

Kemudian terdakwa menambahkan uang miliknya sebesar Rp 650.000, sehingga totalnya Rp 800.000, dengan tujuan untuk membeli sabu dari Rusli (berkas terpisah). Pasalnya saat itu persediaan sabu miliknya telah habis. Nantinya sebagian dari sabu itu akan diserahkan terdakwa kepada Obon.

Sekira pukul 19.30 WIB, Uban menelpon Rusli untuk memesan sabu seharga Rp 800.000 dan bersepakat untuk bertemu di Simpang Dolok, Kota Tebingtinggi. Saat bertemu, Uban menyerahkan uang sebesar Rp 800.000, akan tetapi Rusli tidak memiliki sabu. Uban pun diajak Rusli menuju ke Jalan Satria dengan tujuan membeli sabu pesanan dari temannya.

 

Setibanya di Jalan Satria, Rusli masuk ke salah satu Gang untuk menjumpai temannya. Sedangkan Uvan menunggu di pinggir jalan. Tak lama kemudian, Rusli   kembali menjumpai Uban dan langsung menyerahkan sabu kepada sebanyak 1 1 paket. Selanjutnya Uban langsung pergi meninggalkan Rusli dan kembali pulang ke rumahnya.

Setibanya di rumahnya, Uban membagi sabu itu menjadi 3 paket, dimana 2 paket akan diserahkan Obon. Terdakwa pun pergi ke belakang SD Inpres dengan tujuan mencari Obon untuk menyerahkan sabu pesanan dirinya.

Namun tiba-tiba Uban langsung ditangkap personil Sat Narkoba Polres Tebingtinggi yakni, Syauqatillah, Auqatillah dan Andrew.

Pada saat penangkapan, saksi menemukan barang bukti berupa 3 paket plastik transparan kecil berisikan serbuk kristal dan 1 unit handphone (HP) merk Mito warna hitam.

Ketika ditanya petugas, Uban mengaku, mendapatkan barang haram itu dari Rusli. Lalu petugas menyuruh Uban untuk menelepon Rusli, dengan tujuan ingin menangkapnya. Saat itu pun Uban langsung menghubungi Rusli dan akhirnya ditangkap.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Sangkot Tobing itu kembali dilanjutkan pada pekan depan. (purba)