Siantar, Lintangnews.com | Untuk menampung dan kemudian memperjuangkan aspirasi rakyat, anggota DPRD Kota Siantar, Astronout Nainggolan gelar reses di Jalan Ricardo Siahaan, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (14/12/2019), tepatnya di sebelah Sekretariat DPC PDI-Perjuangan Kota Siantar.
Dalam reses itu, sejumlah masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III menaruh asa kepada Astronout. Terutama harapan akan pelayanan maksimal dari pemerintah dan pembangunan.
Untuk menanggapi sejumlah aspirasi, Astronout menghadirkan para pejabat Pemko Siantar. Diantaranya, Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pariaman Silaen, P Simanjuntak mewakili Kadis Lingkungan Hidup serta Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan dan Sipil, Abisah Barus.
Hadir juga Wira dari Dinas Pekarjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Camat Siantar Selatan, Hendra Simamora dan Camat Siantar Marimbun, Fidelis Sembiring.
Dalam reses itu, sejumlah aspirasi disampaikan sejumlah masyarakat seperti Jekson Hutajulu, Ronald Simangunsong, Gordon Tarihoran, Ronal Nababan, Raramina Saragih, seorang boru Hutabarat, boru Sihombing dan warga lainnya.
Adapun sejumlah aspirasi ini yakni, tentang kebutuhan akan lahan baru untuk pekuburan. Soal penanganan sampah, yang terkadang masih diangkut sekali dalam satu pekan dan kepedulian warga akan kebersihan.
Selain itu, warga juga mengeluhkan keberadaan warga yang layak menerima bantuan iuran BPJS dan layak mendapat bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). Serta tentang drainase yang airnya masih tergenang dan penecemaran air sungai, yang ditandai dengan mengeluarkan bau tak sedap dan hal lainnya.
Menanggapi hal itu, Camat Siantar Marimbun, Fidelis Sembiring menyampaikan, pihaknya akan segera memeriksa drainase (parit) di Jalan DI Panjaitan, yang airnya masih menggenang, karena saluran selanjutnya lebih tinggi.
Menurut Fidelis, perbaikan parit itu bisa dilakukan melalui dana kelurahan. Ia mencontohkan, untuk Kelurahan Simarimbun, tahun 2019 dana kelurahan sebesar Rp 362 juta. Tahun 2020 nanti, menjadi Rp 1,1 miliar. Hal itu digunakan untuk pembangunan di Kelurahan.
Sedangkan terkait bantuan iuran BPJS, warga yang layak menerima bantuan iuran, akan dimasukkan ditahun 2020 mendatang. “Kalau masih memungkinkan dananya, akan dimasukkan di tahun 2020,” ujar Fidelis.
Terhadap sejumlah aspirasi itu, Astronout yang juga anggota Komisi III DPRD Siantar ini, akan mengakomodir aspirasi rakyat tersebut. Juga akan dikawal dan diperjuangkan lewat pelaksanaan program APBD Siantar tahun 2020.
Ia berharap, yang bersifat pembangunan fisik, dapat segera direalisasikan di bulan Februari 2020 mendatang.
Sedangkan terhadap harapan terkait pelayanan pemerintah, seperti bantuan iuran BPJS dan bantuan PKH, , Astronout juga akan diperjuangkan dan dimaksimalkan ditahun 2020 nanti.
“Akan diakomodir dan dikawal apa yang diaspirasikan masyarakat. Semoga di bulan Februari 2020 ditindaklanjuti untuk dikerjakan oleh pemerintah,” ungkap Astronout.
Disampaikan Politisi PDI Perjuangan ini, dengan dana kelurahan yang diperkirakan Rp 1,1 miliar, diharapkan pihak Kelurahan dapat melaksanakan pembangunan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) masing-masing.
Dimana, Kelurahan tetap berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Sebab, Dinas PUPR akan mengerjakan proyek berskala besar. Sedangkan Pokmas mengerjakan proyek skala kecil, sesuai ketentuan yang ada.
Selain koordinasi ke Dinas PUPR, lanjut Astronout, pihak Kelurahan juga diminta berkoordinasi ke Camat, untuk menggerakkan dana kelurahan di tahun 2020.
Dalam kesempatan itu, sejumlah warga sempat terharu (menahan tangis) ketika Astronout menanggapi permohonan 2 orang ibu-ibu yakni, Opung Leo boru Sibarani dan Regina boru Sihombing dari Kelurahan Aek Nauli yang tidak pernah lolos verifikasi untuk mendapatkan bantuan PKH atau BPJS dari pemerintah terhadap cucu-cucunya yang sudah yatim piatu. (Elisbet)


