Hadiri Acara Koalisi Relawan Kolom Kosong, Komisioner KPUD Siantar ‘Diwarning’

Contoh surat suara calon tunggal.

Siantar, Lintangnews.com | Kehadiran salah satu Komisioner KPUD Kota Siantar pada acara yang dilaksanakan Koalisi Relawan Masyarakat Kolom Kosong beberapa waktu lalu menjadi tanda bagi masyarakat.

Roni salah satu mahasiswa Universitas Simalungun (USI) mengatakan, kehadiran seorang Komisioner KPUD Siantar dinilai kurang tepat, walaupun untuk mensosialisasikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Kita sepakat tugas KPUD adalah mensosialisasikan Pilkada. Hanya saja yang kita lihat agak aneh adalah sesuai aturan, tim yang terdaftar hanya dari calon, lalu pertanyaannya apakah Koalisi Relawan Masyarakat Kolom Kosong terdaftar juga di KPUD,” tutur mahasiswa tingkat III ini, Rabu (25/11/2020).

Ia menuturkan, mensosialisasikan Pilkada dengan salah satu calon dan kotak kosong merupakan tugas dari KPUD.

“Yang kita nilai keliru, yakni ketika hadir pada acara yang dibentuk oleh Koalisi Relawan Kolom Kosong, bukan malah membuat acara sendiri. Sehingga wajar kita curiga Komisioner KPUD Siantar yang hadir pada acara itu tidak netral dalam bertugas,” tandasnya.

Terpisah, Komisioner KPUD Siantar, Nurbaiyah Siregar yang hadir dalam acara diskusi publik Koalisi Relawan Kolom Kosong menuturkan, dirinya hanya menghadiri undangan yang disampaikan, untuk menyampaikan sosialisasi Pilkada.

“Kita KPUD Siantar tetap netral tidak memihak kemana-mana,” ucap Nurbaiyah lewat pesan WhatsApp (WA).

Dirinya juga meminta sosialisasi yang dilakukan tidak dikontekskan pada kolom kosong. “Semua elemen masyarakat kita layani yang meminta sosialisasi. Bukan kah KPUD harus terus sosialisasi Pilkada untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” pungkasnya.

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Sumut, Nazir Salim Manik mengingatkan agar Komisioner KPUD Siantar tidak melibatkan diri dengan kepentingan.

“Jangan nanti ada kesan Komisioner KPUD itu pro kotak kosong. Kalau itu terjadi, perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” tutup Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) ini. (Elisbet)