Harungguan Bolon ke IX, JR Saragih: Saya Tak akan Intervensi Pemilihan Ketua Umum PMS

Ketua Umum DPP/Presidium PMS, JR Saragih via zoom saat menyampaikan sambutannya. 

Siantar, Lintangnews.com | Harungguan Bolon Partuha Maujana Simalungun (PMS) ke IX resmi dibuka ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 9 kali oleh anggota Majelis Hapartuhaon Nabolon (MHN), Sarmedi Purba bertempat di Convention Hall Siantar Hotel, Jumat (30/7/2021).

Ketua Umum DPP/Presidium PMS, JR Saragih via zoom dalam sambutannya menyampaikan salam hangatnya kepada seluruh peserta Harungguan Bolon yang hadir secara langsung.

JR Saragih mengaku, ingin bertemu langsung, tetapi karena dirinya kurang sehat sedikit demam sehubungan pandemi Covid-19.

“Jadi jika ada gejala demam harus hati-hati, sehingga tidak bisa hadir secara langsung. Kehadiran saya secara zoom kiranya tidak mengurangi maknanya Harungguan Bolon ke IX yang dilaksanakan tanggal 30-31 Juli 2021,” tuturnya.

Dijelaskan mantan Bupati Simalungun ini, selama dirinya menjabat Ketua Umum PMS selama 2 periode banyak yang sudah dikerjakan, walaupun banyak juga yang belum dikerjakan.

JR Saragih mengatakan, walaupun tidak lagi menjadi pengurus, dirinya akan tetap berjuang untuk kepentingan Simalungun. Ditegaskannya, siapa pun nantinya yang terpilih mejadi Ketua Umum kiranya hal itu merupakan yang terbaik dan harus didukung.

“Itu lah gunanya regenerasi apa yang kurang pada periode sekarang kiranya disempurnakan generasi yang baru. Ingat, saya tidak akan intervensi pemilihan Ketua Umum PMS,” tandasnya.

Pemukulan gong tanda dibukanya acara Harungguan Bolon ke IX.

Sementara itu, Sarmedi Purba mengatakan, dirinya ditunjuk Ketua MHN, Bungaran Saragih untuk menyampaikan sambutan. Dirinya mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan Harungguan Bolon ke IX dan kehadiran seluruh Cabang yang hadir maupun melalui live streaming.

Dikatakan Sarmedi, adat adalah suatu dasar untuk membangun keindonesiaan. “Membangun Indonesia mestilah didasari budaya, karena tanpa budaya kita tidak mengenal diri sendiri,” sebutnya.

Diterangkan Sarmedi, sejak dahulu Simalungun adalah daerah yang toleran terhadap perbedaan. Sehingga bagi Simalungun perbedaan bukan lah sebuah permasalahan justru keindahan. “Ingat kita hanya bisa membangun jika kita bersatu tidak mempertentangkan perbedaan,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat ini PMS ada masalah ada dualisme. Lanjutnya, MHN selama 5 tahun sudah berupaya agar PMS bisa bersatu akan tetapi hingga saat ini belum berhasil. “MHN berharap pengurus yang baru bisa berjuang guna menuntaskan dualisme PMS,” tutupnya.

Acara pembukaan Harungguan Bolon ke IX diawali dengan laporan Ketua Panitia, Konser Wilson D Sinaga yang mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta terkhusus kepada Harajaon Marpitu.

“Persiapan Harungguan Bolon dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga penuh dengan keterbatasan. Untuk itu lah kami mohon dimaafkan jika ada kekurangan,” sebut Wilson.

Hadir dalam acara itu, Danrem 022 PT Kol (Inf) Parlindungan Hutagalung diwakili Letkol (Arh) M Yakub, Kondarius Ambarita dari Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala)  dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Elisbet)