Hotman Silalahi harus ‘Angkat Kaki’ dari Desa Lumban Dolok Tolping Samosir

Rumah leluhur di Desa Lumban Dolok Tolping dan bukti laporan pengaduan ke Polres Samosir.

Samosir, Lintangnews.com | Hotman Silalahi diminta ‘angkat kaki’ keluar dari Desa Lumban Dolok Tolping, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, karena bukan milik mereka.

Selain itu, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige yang menangani perkara perdata ini harus jeli melihat fakta-fakta lapangan, agar kebenaran terungkap secara jelas.

Hal itu dikatakan Jahamsah Silalahi, salah seorang penggugat yang menggugat keberadaan Hotman Silalahi ke PN Balige dalam perkara perdata Nomor 82/Pdt.G/2021/PN Blg, melalui siaran pers, Rabu (27/10/2021).

Sekedar diketahui, PN Balige pada Kamis (28/10/2021) akan menggelar sidang lapangan di lokasi yang dihadiri para pihak (penggugat dan tergugat).

Dalam hal ini, Barmen Silalahi, Timora Silalahi, Jahamsah Silalahi, Bustaman Silalahi dan Esta Silalahi (pihak penggugat) melawan Hotman Silalahi (pihak tergugat).

Jahamsah mengakui, keberadaan Hotman memang sudah terlalu lama berada di  Lumban Dolok Tolping. Padahal sejatinya, Hotman bukan pemilik sah, melainkan hanya pendatang di kampung itu.

“Cerita orang-orang tua kita terdahulu, Hotman hanya pendatang di Lumban Dolok. Ratusan tahun lalu, menurut kisah leluhur kami, di Desa Lumban Barat yang posisinya bersebelahan dengan Lumban Dolok sedang musim gadam  (sejenis penyakit kusta). Oleh moyang kami, mengizinkan leluhur mereka yang dari Lumba Silalahi bertransmigrasi ke Lumban Dolok, hingga akhirnya mereka menetap berdomisili di Lumban Dolok. Namun bukan berarti bukan Hotman Silalahi pemilik kampung, dia hanya pendatang,” tegas Jahamsah.

Pihaknya tidak terima Hotman membangun rumah di lokasi yang bukan miliknya. “Apa dasar dia (Hotman) membuat rumah di Lumban Dolok? Ini bukan kampungnya. Dia itu menumpang di sini,” kata Jahamsah bernada heran.

Menurutnya, jika dasar Hotman mengaku Huta Lumba Dolok miliknya, hanya dengan bukti Sopo Siatting-Atting, tidak bisa dijadikan sebagai dasar yang kuat. Apalagi Sopo Siatting-Atting itu buatan tahun 2002.

“Rumah leluhur kami di kampung ini masih original dan sudah berusia ratusan tahun. Lagi pula simin (makam) leluhur kami juga berada di sini (Huta Lumban Dolok). Simin leluhur Hotman, bukan di sini. Ini bukti Hotman bukan siapa-siapa di kampung ini,” beber Jahamsah.

Kini meskipun Hotman sedang membangun rumah di Huta Lumban Dolok, sebagai pihak yang taat hukum, para penggugat meminta agar pengadilan menghentikan semua aktivitas pembangunan milik tergugat di lokasi itu.

Kasus Pengerusakan Dilaporkan ke Polres Samosir

Terkait masalah pengrusakan tanaman yang diduga dilakoni Hotman terhadap tanaman milik keluarga Jahamsah sudah diadukan ke Polres Samosir sesuai STPL/118/VI/2021/SPKT/Polres Samosir-Polda Sumut.

Namun mirisnya, laporan pengaduan itu seolah hilang ditelan bumi. Untuk menangani perkara ini, para penggugat memberi kuasa kepada tim pengacara Abdi Purba, Indira Muliani dan Ahmad Addully. (Rel)