Isu Mosi Tak Percaya di Golkar Humbahas, Lamhot Sinaga Membantah di Balik Layar  

Anggota DPR RI, Lamhot Sinaga dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Humbahas, Bantu Tambunan.

Humbahas, Lintangnews.com | Anggota DPR RI, Lamhot Sinaga membantah di balik layar adanya mosi tak percaya di tubuh DPD II Partai Golkar Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk menjatuhkan Harry Marbun sebagai Ketua demi kepentingan di tahun 2024 mendatang.

Dengan tujuannya, agar perjalanannya di tahun 2024 mulus dalam pencalonan kedua kalinya sebagai anggota DPR RI, seperti yang disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Humbahas, Bantu Tambunan yang diberitakan di sejumlah media online.

Lamhot mengakui, adanya kepentingan itu tidak lah benar. Dia juga menengaskan, tidak ada memikirkan untuk tahun 2024.

“Waduh….boro-boro memikirkan kepentingan pribadi untuk 2024, memperjuangkan aspirasi masyarakat saja belum tuntas saya tunaikan,” tulis Lamhot lewat aplikasi WhatsApp (WA), Kamis (4/11/2021).

Dalam pernyataan Bantu menyampaikan, adanya mosi tak percaya PADA Harry Marbun adalah untuk kepentingan 2024. Menurutnya, rencana itu agar dapat memuluskan Lamhot Sinaga untuk duduk kembali di legislatif.

Lamhot menyatakan, sampai saat ini dirinya belum ada memikirkan kepentingan pribadi. Apalagi, sampai rencana-rencana kedepannya yang disebut untuk tahun 2024 mendatang.

Ketua DPP Partai Golkar itu menyatakan, saat ini dirinya lebih bagus fokus kepada nasib rakyat. “Saya tetap fokus untuk memperjuangkan nasib rakyat, para petani dan pedagang kecil,” kata Lamhot.

Dia juga menegaskan, tidak akan memperpanjang isu mosi tak percaya itu untuk kepentingan 2024. Karena akan menghabiskan energi dan tenaga.

“Saya kan salah satu Ketua DPP Golkar, masa klarifikasi yang begituan. Lebih baik energi dan tenaga saya pakai untuk memperjuangkan rakyat kecil,” kata dia saat disinggung soal ditanya adakah niatnya untuk melakukan klarifikasi ke Golkar Humbahas.

Menurut Lamhot, biar lah mereka yang telah menuding dirinya itu sibuk dengan sendirinya. Biar pun namanya telah dibawa-bawa oleh Bantu. “Biar lah mereka sibuk memperjuangkan nafsu dan syahwat politik. Saya lebih baik memilih menjalankan tugas saya sebaik-baiknya,” kata Lamhot.

Sebelumnya, dalam pemberitaan di media online yang dikutip, Bantu mengatakan, adanya mosi tak percaya di internal tubuh Golkar Humbahas untuk kepentingan politik tahun 2024.

Ia mengungkapkan, dimana kepentingan itu untuk memuluskan kepentingan pribadi Lamhot Sinaga kedua kalinya di tahun 2024 ini.

“Secara jujur awalnya ada mosi tak percaya adalah kepentingan 2024 yang artinya memuluskan dia (Lamhot) untuk kedua kali sebagai Anggota DPR. Ada pun mosi tak percaya maunya menggantikan Harry Marbun dengan tujuan dan rencana untuk tahun 2024,” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai rapat konsilidasi internal Golkar Humbahas bersama Golkar Sumatera Utara, Selasa (2/11/2021).

Jika pun itu terjadi, lanjut dia, maka Golkar tidak akan mendapatkan kursi di DPRD Humbahas untuk tahun 2024.

Disinggung, apakah Lamhot tidak ada hati untuk Golkar Hubahas, Bantu menyampaikan, jika bersangkutan telah membuat 2 orang calon dari partai berlambang pohon beringin itu tahun 2014.

Disinggung mengenai Manaek Hutasoit, menurut Bantu, dengan adanya mosi tak percaya juga akan mengantikan posisi Wakil Ketua DPRD Humbahas dari Marolop Manik ke bersangkutan (Manaek Hutasoit).

“Itu lah mungkin dijanjikan supaya mulus mosi tak percaya ini. Dijanjikan, entah siapa itu untuk menggantikan untuk mengganti Marolop Manik dari Wakil Ketua dari Fraksi Golkar untuk memuluskan rencana tahun 2024,” tukasnya.

Golkar Sumut Gelar Rapat Konsolidasi Internal DPD Humbahas

Sebelumnya, Golkar Sumut menggelar rapat konsolidasi internal bersama Golkar Humbahas, Selasa (2/11/2021). Rapat itu dipimpin Wakil Ketua Golkar Sumut, Syamsul Komar.

Rapat juga mempertanyakan Golkar Humbahas atas adanya surat mosi tidak percaya 5 Pimpian Kecamatan (PK) beberapa waktu lalu terhadap kepemimpinan Harry Marbun.

“Kita hadir sebagai tindaklanjut surat Golkar Sumut untuk konsolidasi dan konsultasi terkait adanya surat mosi tidak percaya dari 5 PK terhadap Harry Marbun,” kata Syamsul.

Katanya, surat mosi tidak percaya 5 PK itu dikirim tertanggal 29 Mei 2021 lalu ditandatangani Hasta Karya, AMPI, Kosgoro dan Badan Saksi Nasional (BSN).

“Alasan mosi tidak percaya di antaranya Ketua Golkar HumbahaS, Harry Marbun dituding mengkampanyekan kotak kosong pada pilkada Humbahas 2020 lalu,” ujarnya saat membacakan isi surat mosi tidak percaya tersebut.

Kemudian, dalam isi surat mosi itu, Harry Marbun dituding tidak berdomisili di Humbahas, serta tak mendukung program pemerintah.

Di sisi lain, Golkar Sumut juga menerima surat lain yang mendukung kepemimpinan Harry Marbun memimpin Golkar Humbahas berasal dari 10 PK dan dari 16 orang pengurus harian.

Parulian Simamora selaku Sekretaris Golkar Humbahas dalam klarifikasinya menyampaikan, mosi tidak percaya itu tidak benar.

“Mosi tak percaya kepada Harry Marbun tidak benar seperti yang disampaikan, yang menyebutkan tak mendukung pemerintah. Ini satu rasa karena sudah disampaikan kepada Ketua Fraksi Golkar membawa aspirasi-aspirasi untuk diperjuangkan di DPRD,” sebut Parulian.

Klarifikasi  yang sama datang dari 10 PK Golkar di Humbahas. Bahkan menurut mereka, ada oknum yang mengiming-imingi sejumlah uang agar menandatangani mosi tak percaya.

“Ada sekelompok orang yang menawarkan uang sebesar Rp 20 juta pada setiap PK agar ikut menandatangani surat mosti tidak percaya. Ini merupakan upaya-upaya jahat untuk merusak, dan menjatuhkan posisi Harry Marbun. Kami berharap, agar ditendak tegas,” tegas para pengurus PK.

Sementara, Harry Marbun dalam rapat konsolidasi itu menyampaikan, sebagai Partai Golkar agar memberi pengaruh positif kepada rakyat.

“Sebagai partai yang berlambang pohon beringin yakni kita harus memayungi dan memberikan tujuan positif kepada masyarakat. Bukan malah saling menjatuhkan,” kata Harry. (DS)