
Simalungun, Lintangnews.com | Warga Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun merasa kesal, sebab jalan yang dirusak dump truk pengangkut galian sedimen irigasi DI Kerasaan oleh PT Lampatar tak kunjung diperbaiki.
“Kami dengar akan ada perbaikan jalan-jalan lintasan dump truk yang rusak dari pihak rekanan PT Lampatar, tetapi sampai sekarang begini lah kondisinya. Rusaknya yang tinggal,” ucap sejumlah warga saat melintas, Senin (9/5/2022).
Ngadi, mewakili warga lainnya ngaku kesal, sebab jalan di Huta III Nagori Sahkuda Bayu rusak akibat digilas dump truk pihak rekanan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II saat mengangkut galian sedimen irigasi.
Pantauan di lokasi, aspal lapen (lapisan penetrasi) di Huta III yang menjadi lintasan dump truk menjadi berlobang-lobang mirip waduk di saat jalan diguyur curah hujan.
Selain itu, sepanjang permukaan badan jalan menjadi bergelombang dan berlumpur. Begitu juga beberapa tembok drainase di bahu jalan ikut mengalami kerusakan.
Pangulu Sahkuda Bayu, Suyatno yang coba dimintai keterangan terkait informasi dari warganya melalui telepon selulernya, Selasa (10/5/2022) sedang dalam keadaan tidak aktif.
Sementara pengawas lapangan BWSS II, Wadin Haloho atas pelaksanaan proyek rehabilitasi yang dikerjakan PT Lampatar menyebutkan, sepengetahuannya pihak rekanan sudah memberikan uang pada warga.
Sehingga kerusakan tembok drainase di Nagori Sahkuda Bayu secepatnya diperbaiki sendiri oleh masyarakat. Namun untuk soal jalan aspal yang rusak, Wadin mengklaim, tidak mungkin pihaknya diminta untuk mengaspal.
“Kayaknya, setau saya sudah diberikan uangnya ke masyarakat untuk drainase. Tetapi untuk jalan itu gak mungkinlah kita disuruh mengaspal,” katanya.
Sayangnya, pengawas utama proyek rehabilitasi irigasi DI Kerasaan yang rampung pengerjaannya pada tahun 2021 lalu itu tidak dapat memastikan siapa yang memberikan uang dan siapa penerimanya. (Zai)


