Kapolres Siantar Bantu Warga Jalan Maluku Penderita Tumor di Leher

Kapolres AKBP Heribertus Ompusunggu bersama Tokoh Spiritual Nasional, Tuan Guru Batak (TGB) Ahmad Sabban Rajagukguk.

Siantar, Lintangnews.com | Tumor di bagian leher yang diderita Lahmuddin Tambusai membuat dirinya harus terbaring di rumahnya, lantaran tak memiliki biaya perobatan ke Rumah Sakit (RS).

Warga yang tinggal menetap di Jalan Maluku No 14 Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat itu hanya bisa pasrah atas penyakit yang dideritanya selama ini. Ia berharap adanya uluran dermawan yang peduli atas penyakit dideritanya.

Mendengar adanya warga mengalami penyakit tumor di bagian leher, Kapolres, AKBP Heribertus Ompusunggu,SIK bersama tokoh Spritual Nasional Tuan Guru Batak (TGB) Ahmad Sabban Rajaguguk mendatangi kediamannya di Jalan Maluku Kelurahan Bantan, Minggu (9/6/2019) malam sekira pukul 20.30 WIB.

“Saya terkejut mendengar seorang warga tinggal di Jalan Maluku menderita sakit tumor di bagian lehernya. Sebelumnya kita melakukan Pos Pengamanan (Pospam) di Simpang Dua. Mendapat kabar itu, saya langsung terjun ke lokasi memastikan kebenaran dimaksud. Ternyata benar, ayah 4 anak itu bernama Lahmuddin Tambusai menderita tumor di lehernya terbaring di rumahnya,” ujar Kapolres.

AKBP Heribertus menyebutkan, kedatangannya untuk memberi semangat kepada Lahmuddin Tambusai yang menderita sakit tumor di bagian lehernya.”Kita minta rekan-rekan media alangkah sudi kiranya mempublikasikan bapak ini, agar nantinya bagi siapa saja kiranya terbuka hatinya memberikan dorongan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres memberikan santunan sebagai bentuk dukungan agar kiranya Lahmuddin Tambusai bersama keluarga dapat terbantu biaya perobatan yang dibutuhkan.

“Saya datang dari sisi kemanusian memberi dorongan kepada bapak ini. Semoga dengan langkah awal ini semua pihak bergerak hatinya memberi pertolongan dan itulah harapan kita,” ungkapnya.

Sementara Ahmad Sabban Rajaguguk mengapresiasi Kapolres yang cepat merespon keadaan masyarakat yang membutuhkan kehadiran Pemerintah.

“Saya sedih melihat bapak ini terlantar hanya karena tidak ada biaya. Pemko Siantar terkesan tidak tanggap,padahal masalah warga miskin ini sudah viral,” ujarnya. (irfan)