Kapolres Siantar Diharapkan Lakukan Otopsi Meninggalnya Alex Panjaitan

Olah TKP yang dilakukan pihak Kepolisian.

Siantar, Lintangnews.com | Instruksi Kapolri No.Pol: Ins/E/20/IX/75 mengharuskan prosedur otopsi yang mesti ditaati dan dilaksanakan penuh oleh penyidik ​​dengan bantuan ahli patologi forensik, tanpa terkecuali.

Setiap kasus yang mengakibatkan kematian korban, mutlak dilakukan otopsi dari ahli kedokteran (patologi) forensik. Tujuannya untuk menentukan penyebab kematian korban.

Terkait meninggalnya Alex Wijaya Panjaitan selaku anggota DPRD Kota Siantar, Ketua DPC LSM Pijar Keadilan Siantar, Charles Siahaan menilai, secara umum walaupun telah diketahui penyebab kematian seseorang, prosedur otopsi tetap perlu dilakukan.

“Hal ini sejalan dengan pasal 134 ayat 1 KUHAP mengatur, Instruksi Kapolri tentang keharusan melakukan prosedur otopsi sekalipun bukan setingkat Undang-Undang (UU), tetap saja merupakan yang mesti ditaati dan dilaksanakan penuh oleh penyidik dengan bantuan ahli patologi forensik, tanpa terkecuali termasuk soal izin orang tua/keluarga korban,” sebut Charles, Jumat (8/1/2021).

Dia menilai, apabila ada pihak-pihak yang menghalangi proses otopsi dapat diancam pidana sesuai yang diatur pasal 222 KUHP.

“Dalam hal ini kami mengharapkan agar Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar melakukan otopsi atas meninggalnya Alex Wijaya Panjaitan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran kabar atau berita di masyarakat,” ujar Charles.

Dia juga mengharapkan agar Kapolres Siantar mengumumkan sebab akibat kematian Alex dibuktikan melalui otopsi, bukan lah hanya dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Sehubungan almarhum adalah anggota DPRD selaku Pejabat Publik Kota Siantar,” tutup Charles. (Elisbet)