Humbahas, Lintangnews.com | Meskipun sudah ada penambahan ruangan isolasi terpadu (isoter) terkonfirmasi positif Covid-19 di Desa Nagasaribu II, Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), selain di RSUD Dolok Sanggul, ternyata tingkat ketersediaan tempat isolasi masih kurang.
Terpaksa, rumah dinas (rumdis) Direktur RSUD Dolok Sanggul yang dulunya ditempati Netty Simanjuntak selaku mantan Direktur disulap menjadi ruangan isolasi.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD Dolok Sanggul, Heppy Depari mengatakan, penggunaan rumdis itu khusus untuk tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi Covid-19.
Menurut pejabat defenitif Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Dolok Sanggul ini, rumdis itu dimanfaatkan bagi nakes yang orang tanpa gejala dan gejala ringan.
“Khusus untuk nakes RSUD Dolok Sanggul yang terkonfirmasi Covid-19, tetapi tidak bergejala atau gejala ringan,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Kamis (17/2/2022).
Dikatakan, saat ini sudah ada 4 orang nakes yang dirawat di rumdis tersebut. Namun, ia tidak dapat merinci keempat orang nakes itu ada dari dokter, atau perawat. “Saya sibuk mengurus penanggulangan Covid-19 ini,” kata Heppy.
Disinggung mengapa rumdis dijadikan ruangan isolasi, Heppy mengaku, karena penuh. “Tidak ada ruangan lain pak. Isoter yang di Nagasaribu hampir penuh,” jawabnya.
Sementara ketika ditanya berapa kapasitas ruangan isolasi di RS dan berapa terisi pasien Covid-19, berapa pasien maupun tenaga medis ditempatkan di masing-masing ruangan yang memantau pasien selama 24 jam, Heppy dengan singkat menjawab maaf.
“Maaf pak, data sudah kami kirim ke Dinas Kesehatan (Dinkes). Sudah sepakat semalam pak dengan Dinkes, kami hanya mengirim data ke Dinkes,” jawabnya lagi. (Tumanggor)



