Kasus Anggota DPRD Siantar Ini Selaku Terlapor Naik ke Tahap Penyidikan

Binaris Situmorang selaku kuasa hukum dari korban penipuan dan penggelapan investasi saham.

Siantar, Lintangnews.com | Sejumlah korban penipuan dan penggelapan hadir dan penuhi panggilan penyidik Satuan Reskrim Polres Siantar, Kamis (23/9/2021).

Kehadiran para korban kali ini guna dimintai keterangan lanjutan guna kelengkapan berkas perkara yang telah naik ketahap penyidikan.

Amatan wartawan, tampak penyidik Unit I A Jatanras Sat Reskrim Polres mengambil atau memintai keterangan dari korban penipuan dan penggelapan dalam investasi saham yang diduga dilakukan oleh FS, oknum anggota DPRD Kota Siantar.

“Hari ini ada jadwal pemanggilan dari penyidik terhadap klien kita atas nama Rugun yang dalam kasus ini sebagai korban,” kata Binaris Situmorang selaku kuasa hukum korban saat diwawancarai di depan ruangan Unit Jatanras.

Pemanggilan terhadap Rugun diketahui guna keperluan penyidik untuk melengkapi berkas perkara dari dimulainya pelaporan, hingga perkembangannya naik ke tahap penyidikan.

“Pemangilan atas nama Rugun sebagai korban dan pelapor juga untuk keperluan pemeriksaan oleh penyidik. Kasusnya yang dilaporkan klien kita sudah naik ke tahap penyidikan,” ungkap Binaris.

Terkait proses pemeriksaan korban, Binaris mengatakan, hasil konfirmasi mereka dengan penyidik dan acara pemeriksaan saat ini merupakan serangkaian proses penyidikan.

“Saat ini kasusnya sudah dalam tahap penyidikan. Informasi tahap penyidikan ini kita dapat dari hasil konfirmasi dengan penyidik. Jadi kasusnya sudah naik ketahap penyidikan dan tidak lagi penyelidikan,” sebutnya.

Binaris menambahkan, penyidik saat ini dan korban diminta untuk berikan dokumen atau bukti transfer uang kepada terlapor FS. Dokumen atau bukti transfer itu akan disita polisi sebagai barang bukti nantinya.

Sambungnya, dari pelaporan hingga penyerahan domuken-dokumen dan diakui Binaris, sejauh ini alat bukti sudah terpenuhi atau lengkap.

Dokumen yang diminta penyidik, Binaris mengakui, pihaknya saat ini sedang menyiapkan dan beberapa item alat bukti berupa surat yang diminta penyidik sudah disiapkan.

Soal penetapan status terlapor menjadi tersangka, Binaris menilai, hal tersebut merupakan kewenangan dari pihak Kepolisian atau dari penyidik yang menangani perkaranya.

“Alat bukti sudah terpenuhi. Setelah pemeriksaan ini, akan ada pemeriksaan dan pemanggilan saksi-saksi. Ada 2 orang saksi yang kita siapkan, setelah ini mereka (polisi) akan gelar perkara untuk penetapan terlapor sebagai tersangka,” tutup Binaris. (Elisbet)