Kejari Balige Resmi Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi di Disnaker Tobasa

88
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Tumpal Sianturi memakai rompi merah (baju tahanan Kejaksaan).

Tobasa, Lintangnews.com | Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige secara resmi melakukan penahanan terhadap Tumpal Sianturi dan Nalom Sianipar.

Kedua tersangka diduga telah merugikan negara sebesar Rp 264.184.000 dari kegiatan proyek padat karya.

Ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) melalui Kasi Intel, Gilbeth Sitindaon, Rabu (4/12/2019).

“Institusinya adalah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Tobasa. Tumpal Sianturi sebagai Kepala Dinas (Kadis) dan Nalom Sianipar adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ujar Gilbeth.

Dia menyampaikan, penetapan tersangka terhadap keduanya merupakan tindak lanjut penggeledahan di kantor Disnaker oleh pihak Kejaksaan pada bulan September 2019 lalu. Hasilnya ada 2 orang sebagai penanggungjawab menjadi tersangka.

“Kedua tersangka saat ini dalam penahanan pihak Kejaksaan. Hal ini dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri,” ucapnya.

Gilbeth didampingi Jaksa Penyidik, Andre Pasaribu dan Kasi Pidsus, Hiras Nainggolan menyampaikan, kasus dugaan korupsi dana padat karya itu akan tetap berlanjut dan tidak menutup kemungkinan penetapan tersangka lain.

“Tentu semua atas hasil penyelidikan, hingga saat ini sudah lebih dari 20 orang dipanggil dan diminta keterangan, termasuk juga pihak ketiga yang terlibat dalam kegiatan itu,” ucapnya.

Hiras Nainggolan menjelaskan, dilakukan penahanan terhadap Tumpal Sianturi dan Nalom Sianipar terhitung, Rabu(4/12/2019) sekira pukul 09.00 WIB. Terkait saksi yang diminta keterangan pada hari yang sama ada sebanyak 9 orang.

“Kejaksaan tidak pernah berdiam diri, namun untuk menindaklanjuti harus teliti dan butuh waktu baik keterangan saksi maupun hasil audit independen,” ungkapnya.

Diketahui, kasus dugaan penyelewengan uang negara ini pada kegiatan padat karya sebanyak 17 paket senilai Rp 1,7 miliar dengan sumber dana dari APBD Tahun Anggaran(TA) 2018. (Frengki)