Kejari Tanjungbalai Diperintahkan Panggil Paksa Saksi Dugaan Korupsi Jalan Lingkar  

Pihak Kejari Tanjungbalai dikawal personil Polres setempat mendatangi rumah RMN disaksikan Kepling setempat. 

Tanjungbalai, Lintangnews.com | Terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Jalan Lingkar Tanjungbalai yang merugikan uang negara hingga Rp 3 miliar lebih Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) Medan memerintahkan Kejaksan Negeri (Kejari) Tanjungbalai memanggil paksa inisial RMN sebagai saksi yang sebelumnya telah dipanggil sebanyak 2 kali.

“Jumat (22/10/2021) lalu kami telah mendatang kediaman RMN di Kisaran, Kabupaten Asahan dalam hal pemanggilan paksa sebagai saksi atas dugaan kasus korupsi. Ini atas penetapan Pengadilan Tipikor Medan untuk memanggil paksa, namun tak membuahkan hasil, karena yang bersangkutan tidak ada di rumah,” ungkap Kasi Intel Kejari Tanjungbalai, Dedy Saragih melalui telepon seluler, Senin (25/10/2021)

Dedy menjelaskan, sebelum penetapan dikeluarkan, pihaknya sudah 2 kali melakukan pemanggilan untuk hadir ke Pengadilan Tipikor Medan menjadi saksi, namun selalu mangkir.

“Akhirnya Pengadilan Tipikor Medan mengeluarkan surat penetapan atau pemanggilan paksa,” ujarnya.

Pemanggilan paksa yang dilakukan Kejari Tanjungbalai sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Terkait pemanggilan sudah sesuai SOP, dimana kita dapat perintah dari Pengadilan Tipikor Medan dan dikawal personil Polres Tanjungbalai,” sebut Dedy.

Dia juga menjelaskan, RMN  dipanggil sebagai saksi dari tersangka Endang Hasmi (48) selaku Direktur PT Fella Ufaira (FU) dan Anwar Dedek Silitonga (43), mantan Direktur PT Citra Mulia Perkasa Abadi (CMPA) dan oknum konsultan, Abdul Khoir Gultom (31) sebagai Direktur CV Dexa Tama Consultant (DTC) yang saat ini menjalani persidangan di PengadilanTipikor Medan. RMN dipanggil hanya sebagai saksi dari ketiga tersangka.

Sementara itu, Kepala Lingkungan (Kepling) II Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Hamlet membenarkan ada didatangi petugas Kejaksaan berseragam dan polisi.

“Mereka meminta ditemani ke kediaman RMN, namun tidak ada ada di tempat, hanya terlihat pembantu rumah tangga dan seorang anak-anak. Bahkan surat panggilan RMN masih ada pada saya,” tukasnya. (Heru)