Kelompok Cipayung Plus: Jangan Perpanjang PPKM Level 4, Masyarakat Siantar ‘Tercekik’

Kelompok Cipayung Plus Kota Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Ada banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan untuk menangani penyebaran Covid-19 di Kota Siantar.

Salah satunya adalah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang bertujuan untuk mengurangi aktivitas masyarakat hingga mengurangi laju penyebaran pandemi Covid-19.

Memasuki 1 bulan penerapan PPKM Level 4 di Siantar, yang diberlakukan sejak pada tanggal 9 Agustus 2021 sampai 6 September 2021, banyak mendapat gelombang protes dari golongan masyarakat.

Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya gelombang aksi massa dari masyarakat dan pedagang Pasar Horas pada khususnya yang baru ini saja terjadi.

Sebagaimana diketahui, dengan diterapkannya PPKM Level 4 di Siantar, sedikit banyaknya telah mengganggu sumber pencaharian masyarakat, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas inti kota. Ini dikarenakan banyak ruas-ruas jalan yang disekat menuju inti kota.

Menanggapi aturan itu mendapat protes dari kalangan mahasiswa, yakni Kelompok Cipayung Plus Kota Siantar, yang terdiri dari PMKRI, GMKI, IMM, HMI, GMNI dan PMII.

“Bahkan sudah berulang kali mahasiswa menyampaikan aspirasinya, dengan cara melakukan audiensi dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pemerintah untuk mencari solusi yang baik,” sebut perwakilan Kelompok Cipayung Plus Siantar, Fauzan Hasibuan, Minggu (5/9/2021).

Dia menyampaikan, Kelompok Cipayung Plus Siantar meminta agar penerapan PPKM itu tidak lagi diperpanjang. Menurutnya, ini mempertimbangkan beberapa hal, seperti jumlah kasus Covid-19 telah menurun, Siantar tidak lagi berada di zona merah dan masyarakat sudah tidak tahan lagi dengan kebijakan tersebut.

“Atas pertimbangan itu, Kelompok Cipayung Plus Siantar meminta pemerintah, baik daerah, provinsi, atau pemerintah pusat untuk tidak memperpanjang lagi PPKM Level 4,” ujarnya.

Lanjutnya, hal ini harus menjadi pertimbangan besar terhadap pemerintah, agar lebih arif dalam lagi menerapkan kebijakan, jangan sampai gelombang aksi masyarakat akan terjadi lagi dengan massa lebih banyak lagi.

“Kelompok Cipayung Plus juga meminta agar pemerintah agar lebih serius lagi dalam penanganan pandemi Covid-19. Ini termasuk mendorong pemerintah agar mempercepat vaksinasi di Siantar, baik dengan cara massal atau gotong royong bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal. Ini mengingat jumlah masyarakat yang sudah divaksin masih jauh dari harapan kita,” tegas Fauzan. (Rel)