Keluhan Pasien Positif Covid-19 di Siantar, Kadinkes : Kita akan Libatkan Psikiater 

Kadis Kesehatan Pemko Siantar, Ronald Saragih.

Siantar, Lintangnews.com | Untuk mengatasi penyebaran Covid-19 atau Virus Corona, Pemko Siantar disebut telah mengalokasikan dana tidak terduga sebesar Rp 3 miliar untuk Rumah Sakit (RS) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemko Siantar, Ronald Saragih yang ditemui usai rapat, Selasa (19/5/2020) menuturkan pihaknya sedang fokus menangani pasien dengan keluhan.

Ia mengaku, pihaknya juga akan melibatkan psikolog atau psikiater untuk membantu pasien yang mengalami tekanan saat menjalani isolasi.

“Kita sudah dengar beberapa keluhan pasien, tetapi kami fokus untuk menangani pasien yang sakit atau dengan gejala. Makanya kita akan melibatkan psikiater untuk membantu para pasien atau Orang Tanpa Gejala (OTG),” tutur Ronald.

Untuk itu, sambungnya, Pemko Siantar tengah berupaya meminimalisir keluhan pasien, termasuk menyediakan empat rumah singgah rujukan Covid-19 dan beberapa keperluan lainnya.

“Memang ada yang mengeluh, kenapa tidak dirawat. Tetapi yang dirawat itu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bukan OTG. Sebenarnya beberapa orang yang dikarantina itu dibuat di rumah singgah, makanya tidak dirawat,” tukas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) RSUD Djasamen Saragih ini.

Pihaknya juga menyiapkan rumah singgah di Bakordi, Rusunawa RSUD dan di Jalan Sisingamangaraja jika sewaktu waktu diperlukan. “Kami juga sedang berupaya meminimalisir keluhan,” ujarnya sembari berlalu.

Sebelumnya, pasien rujukan Covid-19 yang menjalani isolasi di RSUD Djasamen Saragih mengaku, sejak menjalani karantina tidak pernah dihampiri oleh perawat atau dokter.

Begitulah curahan hati para pasien yang menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 RSUD Djasamen Saragih ini.

Ganguan psikologis memang dirasakan pasien OTG dan PDP yang menjalani isolasi di RSUD Djasamen Saragih sambil menunggu hasil uji swab terhadap mereka.

“Semua pasien mengalami hal yang sama, tertekan, karena kami harus mandiri, tak ada perawatan dan pegecekan kesehatan,” kata salah seorang pasien.

Satu pasien OTG yang akhirnya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab juga tidak mendapatkan perawatan dari tenaga medis. Lewat video yang berhasil diterima wartawan, pasien itu mengaku tak sekalipun pihak medis melakukan perawatan dan pemantauan pada dirinya.

Ia mengaku, kondisinya fisiknya sehat meski dinyatakan positif Virus Corona meski belum pernah melihat hasil rekam medis tersebut. Para pasien mengaku pasrah, jika pun harus merayakan Hari Raya Idul Fitridi  dalam RS yang tidak ramah bagi mereka.

“Sehatnya kami. Namun dokternya enggak datang-datang semenjak saya di sini. Tanggal 4 Mei saya datang, sampai sekarang perawatnya gak datang-datang. Saya dikatakan positif meskipun belum menerima hasil swab dan rapid test. Tetapi biar lah yang penting saya sehat,” kata pasien dalam video tersebut. (Elisbet)