Siantar, Lintangnews.com | Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah I Sumatera Utara, Ibnu Hajar meminta kepada pengelola maupun pengurus Yayasan untuk menjaga Universitas Simalungun (USI) agar tetap menjaga kekondusifan.
“Kebijakan pemerintah tentang tata kelola kampus hari ini semakin ketat, kalau ada berpotensi masalah di dalam mohon maaf pemerintah tidak akan support (mendukung,” sebut Ibnu dalam sambutannya saat wisuda di USI beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan itu, Ibnu menuturkan, beberapa waktu lalu ada kampus dideteksi berkonflik, lalu dimohon untuk pembukaan prodi baru, namun dengan terpaksa tidak dilayani.
“Apalagi nanti kalau ada peluang beasiswa, itu pun akan kita tunda. Apalagi ada hibah yang diberikan pada kampus, kalau berpotensi maka itu pun akan ditunda” ujarnya.
Ibnu menuturkan, di dalam USI merupakan sebuah keluarga besar. “Jangan pernah keluar dari filosofi Habonaron do Bona. Tinggalkan kepentingan-kepentingan yang sifatnya sangat pendek untuk kepentingan kelompok dan pribadi. Tolong dibaca Undang-Undang (UU) Yayasan, bagaimana kita memerankan diri menjadi Yayasan. Mari bangun kaidah-kaidah demokrasi tegakkan kebenaran yang diterima oleh semua orang,” tegasnya.
Dia juga mengakui, salah satu kampus yang maju di Sumut yakni USI. “Mari kita sama-sama membangun, kampus yang membanggakan ini,” tandasnya.
Terkait statement dari Ibnu, Dimas salah seorang mahasiswa USI mengaku, sepakat Yayasan harus berperan untuk menjaga USI agar tidak berkonflik.
“Jangan terjadi lagi peristiwa konflik tahun 2012, harus kerja sama yang baik antara Rektor dan organ Yayasan agar USI dapat sehat dalam melayani pendidikan masyarakat,” tandas mahasiswa semester 5 ini, Kamis (20/10/2022). (Elisbet)



