Komite Sekolah di Bilah Hilir Dukung Sekolah Dibuka Kembali Walaupun Terbatas   

Komite Sekolah di Bilah Hilir Dukung Sekolah Dibuka Kembali Walaupun Terbatas   

Labuhanbatu, Lintangnews.com | Berdasarkan instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor : 188.54/39/INS/2021 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa pandemi, beberapa pengurus Komite Sekolah tingkat SMA, SMP dan SD di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu melakukan pertemuan, Selasa (14/9/2021) di salah satu warung kopi Negeri Lama

Salah seorang pengurus Komite Sekolah SMA Negeri 1 Bilah Hilir, Ustadz Fadhli Hasibuan mengatakan, jika tanggal 1 September 2021 sekolah dibuka kembali dengan sistem belajar di ruangan sebanyak 50 persen dari jumlah siswa-siswi per lokalnya.

Menurutnya, instruksi itu ditujukan kepada seluruh tenaga pendidik, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer seluruh sekolah di Labuhanbatu, terkhusus wilayah Bilah Hilir bakan mulai efektif sekolah-sekolah yang diikuti maksimal 50 anak didik per kelas.

Sistem belajar secara bertahap dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dengan catatan penting tenaga pengajar, staf sekolah dan siswa-siswi harus sudah divaksin Covid-19.

“Nantinya kami mohon kerja sama Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan (Disdik) agar para Kepala Sekolah (Kepsek) untuk mendata seluruh sekolah di Bilah Hilir. Apabila masih ada terdapat guru-guru yang belum juga divaksin, akan kita minta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Labuhanbatu melalui UPT Puskesmas dilaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19,” ucap Fadhli.

Ini sekaligus nantinya ditanyakan apakah pelajar mulai tingkat SMA, SMP dan SD boleh disuntik vaksin. Ini termasuk minta para Kepsek untuk mendata jumlah anak didik, tenaga pengajar dan staf.

Kepsek SMA Negeri 1 Bilah Hilir, Naikman Damanik ketika ditemui wartawan, Rabu (15/9/2021) mengatakan, pada tanggal 9 September 2021, sekolah yang dipimpinnya sudah dikunjungi Kasi SMA/SDLB Cabdis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Rantauprapat.

Menurutnya, ini untuk persiapan PTM Terbatas, dimana sesuai arahan sebelum masuk ruang kelas anak-anak dicek suhu badan, pakai masker ,cuci tangan serta menjaga jarak dilarang berkumpul.

“Ini juga tetap mengingatkan salah satunya kuku jangan panjang, tidak diperbolehkan kerumunan pulang sekolah dan langsung pulang ke rumah. Sekolah tetap mengingatkan anak-anak mematuhi prokes dan jadwal tatap muka dibagi menjadi 2 gelombang,” sebutnya. (Sofyan)