Kusdianto Jadi Plh Sekda, ILAJ Tetap Desak Poldasu Tetapkan Hefriansyah Tersangka OTT

Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite.

Siantar, Lintangnews.com | Institute Law And Justice (ILAJ) merupakan lembaga yang bergerak dalam penegakan hukum dan keadilan di Indonesia, khususnya di Kota Siantar, kembali menyikapi persoalan pemeriksaan Hefriansyah selaku Wali Kota  dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD).

IKLAN

“Hefriansyah selaku Wali Kota Siantar sudah 2 kali diperiksa Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) terkait kasus OTT. Namun kami menilai pemeriksaan itu terkesan bertele-tele, dikarenakan sudah ada keterangan dari kuasa hukum Adiaksa Purba selaku Kepala BPKD yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” terang Ketua ILAJ, Fawer Full Fander Sihite, Sabtu (5/10/2019).

Menurutnya, penyataan kuasa hukum Adiaksa Purba pada saat konfrensi pers beberapa waktu lalu sudah memaparkan, jika uang pemotongan 15 persen mengalir ke Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Utari Siregar dan Wali Kota, Hefriansyah.

Fawer Full menuturkan, berdasarkan keterangan itu sebenarnya sudah merupakan bukti atau alasan kuat Poldasu untuk menetapkan menjadi tersangka.

“Mengapa terkesan begitu lama prosesnya? Apakah masih kurang pengakuan dari Adiaksa Purba,? Dikarenakan proses ini kan OTT bukan penyelidikan laporan masyarakat melalui surat menyurat, sehingga menurut asumsi kita sudah selayaknya dengan cepat dan cerdas,” sebutnya Alumni Pascasarjana UKDW Yogyakarta itu

Pihaknya berharap dan mendesak Poldasu agar segera menetapkan Hefriansyah menjadi tersangka. Dan ILAJ akan tetap mengawal kasus tersebut.

Terkait kontroversi pergantian Sekda yang masih hangat menjadi pembahasan publik, Fawer Full menuturkan, ini pertanyaan paling besar, mengapa di saat banyaknya persoalan hukum di Siantar, Hefriansyah justru mengganti Budi Utari.

“Mengapa tiba-tiba ada pengangkatan Kusdianto menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Siantar? Menyikapi hal ini, ILAJ mengajak seuruh elemen masyarakat jangan terkonsentrasi pada pergantian Sekda. Kita harus tetap fokus mendesak Poldasu agar memperjelas status hukum Hefriansyah dalam pemeriksaan kasus OTT. Jangan sampai kasus ini diam-diam begitu saja,” kata Fawer Full mengakhiri. (rel)

IKLAN