Lomba Kuliner di Karnaval Pesona Danau Toba Tahap Awal Diversifikasi

Pengajar Politeknik Pariwisata Palembang beri cenderamata. (asri/LN)

Tobasa, Lintangnews.com | Diversifikasi dapat diartikan merupakan upaya dari pelaku usaha atau perusahaan untuk membuat produk-produknya lebih beragam sehingga konsumen memiliki cukup banyak pilihan produk yang sejenis, sangat tepat dilakukan lomba kuliner di Karnaval Pesona Danau Toba ke – 4 kemarin.

Hal ini dikatakan Iwan Priadi, tenaga pengajar dari Politeknik Pariwisata Medan saat digelarnya Bimbingan Teknis Destinasi Super Prioritas Danau Toba yang mengangkat tema “Diversifikasi produk makanan lokal Danau Toba dari Kementer Republik Indonesia melalui Politeknik Pariwisata Palembang, pada Rabu (18/9/2019)

Dijelaskannya, keanekaragaman dalam menentukan pilihan kuliner bagi wisatawan sangat dibutuhkan untuk memenuhi selera mereka, sehingga wisatawan dapat terpuaskan.

Untuk pariwisata yang diminati oleh wisatawan daerah tersebut harus menyediakan fasilitas yang diinginkan oleh wisatawan, dalam artian kita harus menyesuaikan selera apa yang diinginkan oleh mereka dan daerah tujuan wisata harus mampu menyediakan, terlebih bidang kuliner.

Kekayaan kuliner lokal di Danau Toba, khususnya di Kabupaten Toba Samosir perlu pembenahan dengan variasi masakan yang menyesuaikan selera pengunjung, agar ketika mereka kembali berkunjung selalu menjadi ingatan bagi mereka kuliner yang harus dinikmati.

Momentum Karnaval Danau Toba sangat tepat untuk menghasilkan varian kuliner, menghasilkan kuliner khas di Kabupaten Toba Samosir, semisal masakan arsik, naniura dan masakan Batak lainnya.

Untuk varian atau aneka produk kuliner ini diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau komunikasi pemasaran, bantuan dari pemerintah untuk usaha kecil dan menegah, seperti yang dilakukan saat Karnaval Pesona Danau Toba ke 4 untuk lomba kuliner di tanggal 14 September 2019, pungkas Iwan. (asri)