Majelis Hakim PN Siantar Vonis Ringan Residivis Narkoba

Sandi Siswanto alias Sandimen saat digiring petugas ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Siantar.

Siantar, Lintangnews.com | Residivis kasus narkotika, Sandi Siswanto alias Sandimen (35) akhirnya bisa bernafas lega, setelah Ketua Majelis Hakim, Danar Dono menvonis ringan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Siantar.

Dalam persidangan, Danar Dono menyatakan terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Sandi Siswanto alias Sandimen dengan pidana penjara 5 tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 800 juta subsidair 6 bulan dan diperintahkan tetap ditahan,” kata Danar Dono di ruang sidang Cakra, Rabu (12/6/2019).

Mendengar putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya Erwin Purba menyatakan terima dengan hukuman yang diberikan majelis hakim.

Putusan majelis hakim itu dinilai lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Sinaga, yang sebelumnya menuntut terdakwa 6 tahun 6 bulan penjara dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009.

Sekedar diketahui, terdakwa ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar pada Kamis (20/12/2018) sekira pukul 00.30 WIB di kediamannya Jalan Flores II Skip, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.

Dari kamar terdakwa, petugas menyita barang bukti yakni,1 buah bong (alat hisap sabu) terbuat dari botol plastik lengkap dengan pipetnya, 1 unit handphone (HP) merk Nokia warna hitam,1 timbangan digital warna silver,1 buah pipa kaca berisi sabu,1 buah mancis,2 sendok terbuat dari pipet,1 dompet kecil berisi 1 buah plastik klip berisi sabu dan 49 buah plastik klip kosong.

Tak hanya itu,dihadapan petugas. terdakwa mengakui barang bukti yang ditemukan, diperoleh dengan harga Rp 450 ribu dari Dadang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (irfan)